Polda Metro Jaya Ingatkan Medsos Sering Jadi Media Hoaks dan Hate Speech

focus grup discusion dirbinmas polda metro dengan generasi milenial foto bersama (ist)

Sebagai narasumber menghadirkan Panit Tipid Siber AKP Sugeng Ade Wijaya, S.IK., yang memaparkan materi tentang Cyber Crime Berdasarkan Pelanggaran Konten. Dalam paparannya AKP Sugeng mengungkapkan bahwa polisi selalu memantau konten di medsos.

Sementara Materi II disampaikan oleh Kepala Seksi Pengolaan Opini dan Aspirasi Publik, Syali Gestanon S.Sos. dengan Materi Fenomena Penyebaran Hoax dan Hate Speech pada Medsos.

Salah satu peserta bernama Ade Mulyo dari Saka Bhayangkara menanyakan bagaimana cara mencegah agar kita tidak difitnah?

AKP Sugeng menjawab untuk mencegah fitnah kita harus menghindari hal-hal atau konten yang negatif dan hedon di medsos. Sampaikan konten-konten yang positif Medsos. Gunakan Medsos dengan bijak.

?Agar tidak memancing orang-orang yang tidak suka untuk memfitnah kita,? katanya.

Sedangkan peserta Erdhiana asal Saka Bhayangkara menanyakan bagaimana cara mencegah dari Pemerintah untuk mencegah Hoax?

AKP Sugeng mengatakan bahwa jangan memviralkan berita yang belum tentu kebenarannya.

?Pastikan sumber beritanya yang jelas. Edukasi teman-teman kita tentang bahaya Hoax,? katanya.

Sementara Melia Indah asal Saka Bhayangkara menanyakan apa langkah nyata penegak hukum dari penegak hukum dalam menghadapi Hoax?

AKP Sugeng menjawab bahwa polisi Siber selalu memantau Medsos

“Kami melaksanakan Patroli Siber. Kami sudah mengidentifikasi 3000an berita hoax dan sudah mengtake down 2000an akun sosmed,” ujar AKP Sugeng.

Sedangkan Ilham Budi Darmawan dari Karang Taruna menanyakan Apakah Cyber Army juga termasuk Buzzer? Pernyataan Budi Darmawan dijawab Syali bahwa benar. Buzzer biasanya menggunakan akun yang benar.

“Sedangkan Cyber Army fungsinya memviralkan berita baik berita yang benar maupun yang salah. Biasanya digunakan untuk kepentingan Politik,” pungkasnya. (tim)

Leave a Reply