Jakarta, EDITOR.ID,- Chairman CT Corp Chairul Tanjung (CT) memberi warning kepada industri media tentang pergeseran perilaku masyarakat dalam mengakses informasi dan hiburan. Saat ini jumlah penonton televisi dan pembaca media cetak bahkan media digital turun sangat drastis.
Era sekarang masyarakat lebih menyukai mendapatkan informasi dan hiburan melalui media sosial terutama Tik Tok. Dari mulai anak-anak, generasi milenial, Gen Z, generasi baby boomers hingga orang dewasa saat ini telah dikuasai media sosial, utamanya Tik Tok dibanding media arus utama (mainstream).
CT menjelaskan pergeseran media berlangsung bertahap. Media cetak lebih dulu tergeser televisi, lalu beralih ke media digital, dan kini bergerak ke media sosial. Bahkan, media digital pun mulai menghadapi tantangan serupa.
“Media cetak praktis sudah tidak dibaca. Televisi pun sudah mulai turun. Digital pun pelan-pelan mulai tergerus. Sekarang sosial media, TikTok merajai,” ujar CT saat menghadiri acara peringatan HUT-50 Surat Kabar Kampus UI (SKKUI) Salemba di Fakultas Kedokteran UI, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).
Ia menilai TikTok menjadi sumber informasi paling cepat saat ini dan digunakan hampir seluruh kelompok usia, dari generasi alpha hingga baby boomers. Peran media sosial itu juga terlihat dalam peristiwa besar.
“Kita tahu waktu Agustus (2025) kemarin terjadi demonstrasi yang besar. Live TikTok itu menjadi sangat luar biasa,” kata CT seraya menyinggung kebijakan penghentian sementara siaran langsung saat itu.
Chairul Tanjung mengungkapkan bahwa jumlah penonton TV semakin menurun setiap tahun seiring pergeseran konsumsi informasi ke media sosial. Hal ini memicu perubahan besar dalam lanskap media.
Menurutnya, saat ini media telah memasuki era TikTok yang digemari lintas generasi.
“Setiap tahun, tahun lalu penonton televisi turun 4 persen. Khususnya di generasi millennial dan zillennial serta generasi alpha,” papar CT.
CT Ingatkan Mahasiswa UI Bisa Adaptasi
Melihat perubahan tersebut, CT mendorong mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, termasuk dalam praktik jurnalisme dan aktivisme kampus. Ia menilai media berbasis media sosial dapat menjadi sarana yang lebih efektif bagi mahasiswa.
“Mahasiswa-mahasiswa UI bisa menjadi personalized journalism melalui social media, melalui Instagram, melalui TikTok, melalui apa pun, YouTube dan sebagainya,” ujarnya.
CT juga menyampaikan harapan agar mahasiswa mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin bangsa dengan membangun pola pikir, semangat, dan daya juang sejak dini.
Candaan Chairul Tanjung: Salah Arah, Lulus Kedokteran Gigi Malah Ngurus Ekonomi
Dalam kesempatan itu, Chairul Tanjung ikut mengenang perjalanan hidupnya sebagai alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) yang tidak pernah menekuni praktik medis. Ia mengaku justru menemukan jalannya di bidang ekonomi dan bisnis hingga membangun kelompok usaha besar.
“Jadi saya ini lulusan dari fakultas kedokteran gigi yang salah arah. Karena tidak pernah praktik, malah jadinya ngurus ekonomi. Jadi ini salah arah saya,” ujar Chairul Tanjung disambut tawa hadirin.
CT Mengenang Pernah Diwisuda di Aula FK UI
Kehadirannya di acara tersebut, menurut CT, sarat dengan nuansa nostalgia.
Aula FKUI menjadi saksi momen penting dalam hidupnya puluhan tahun silam. “Ini tempat penuh nostalgia buat saya. Kenapa, karena 40 tahun lalu saya diwisuda di ruangan ini,” katanya.
Chairul juga berseloroh mengenai posisinya di tengah para alumni senior yang hadir. Ia menyebut dirinya sebagai yang paling muda di antara para senior, meski usia tak lagi belia.
“Yang senior itu saya yang paling muda sekarang di sini. Walaupun sudah tua juga,” ujarnya sambil bercanda.
Chairul Tanjung menempuh pendidikan di FKG UI setelah lulus dari SMA Boedi Oetomo pada 1981. Meski memilih keluar dari jalur kedokteran gigi, pengalaman berorganisasi dan tradisi intelektual kampus, termasuk pers mahasiswa seperti Salemba, diakuinya turut membentuk karakter kepemimpinan dan etos profesional yang ia pegang hingga kini.
Dalam catatan sejarah kampus, Chairul Tanjung dikenal sebagai Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia terakhir, sebelum struktur organisasi kemahasiswaan mengalami perubahan. ***












