Insiden Pelemparan Kue ke Wajah Bill Gates Kembali Mencuat

Insiden itu terjadi di dalam tempat acara tersebut berlangsung. Gates tidak berada di atas panggung saat itu ia sedang berjalan melalui area publik ruang konferensi ketika seorang pria tiba-tiba mendekatinya dan melemparkan kue ke wajah Bill Gates dari jarak dekat.

Insiden Pelemparan Kue ke Wajah Bill Gates Kembali Mencuat

Brussel, Belgia, EDITOR.ID – Insiden pelemparan kue ke wajah Bill Gates yang terjadi di Brussel pada tahun 1998 kembali mencuat di media sosial seiring dengan dirilisnya dokumen terbaru terkait Jeffrey Epstein (Epstein Files) pada awal Februari 2026.

Dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengungkapkan korespondensi dan interaksi antara Epstein dan Bill Gates, yang kembali memicu krisis reputasi bagi pendiri Microsoft tersebut.

Dokumen tersebut memuat draf email tahun 2013 di mana Epstein, dalam klaim sepihak, menyebutkan dirinya membantu Gates mendapatkan obat untuk penyakit menular seksual, memfasilitasi pertemuan dengan wanita lain, dan keterlibatan dalam diskusi yang tidak etis.

Bill Gates secara tegas membantah tuduhan dalam dokumen tersebut dan menyebutnya salah. Gates menyatakan penyesalan mendalam karena pernah berinteraksi dengan Epstein, menyebut pertemuan tersebut sebagai “jalan buntu” dan kesalahan besar, namun menegaskan tidak pernah terlibat dalam perilaku ilegal atau mengunjungi pulau pribadi Epstein.

Salah satu dokumen yang dirilis juga menunjukkan korespondensi email tahun 2017 antara Gates dan Epstein mengenai “simulasi pandemi” atau pemodelan penyakit global, jauh sebelum Covid-19 terjadi.

Munculnya kembali dokumen ini, ditambah dengan jejak digital insiden pelemparan kue tahun 1998, digunakan netizen untuk menyoroti kritik lama terhadap perilaku dan pengaruh Bill Gates.

Juru bicara Gates menekankan bahwa dokumen tersebut justru menunjukkan frustrasi Epstein karena ia tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates.

Pada tahun 1998, selama acara terkait teknologi di Brussel, Belgia, salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, dilempar kue ke wajahnya oleh seorang demonstran.

Kejadian yang disebut-sebut sebagai “Pied Bill Gates kejadiannya pada 4 Februari 1998 menjadi salah satu narasi sejarah teknologi yang sangat ikonik, momen paling tak terlupakan dalam sejarah budaya populer industri teknologi.

Tahun 1998 adalah puncak dari kasus antimonopoli Microsoft di Amerika Serikat (United States v. Microsoft Corp.). Protes di Brussel tersebut merupakan manifestasi fisik dari sentimen global yang menganggap Microsoft terlalu mendominasi pasar perangkat lunak dan mematikan kompetisi.

Insiden itu terjadi di dalam tempat acara tersebut berlangsung. Gates tidak berada di atas panggung saat itu ia sedang berjalan melalui area publik ruang konferensi ketika seorang pria tiba-tiba mendekatinya dan melemparkan kue ke wajah Bill Gates dari jarak dekat.

Petugas keamanan dengan cepat turun tangan dan mengeluarkan demonstran tersebut dari area tersebut. Gates tidak terluka dalam insiden tersebut, dan setelah membersihkan diri, ia melanjutkan kegiatannya untuk hari itu.

Demonstran tersebut dilaporkan berafiliasi dengan kelompok-kelompok yang mengkritik praktik bisnis Microsoft pada saat itu. Pada akhir tahun 1990-an, Microsoft menghadapi pengawasan publik dan hukum yang semakin meningkat atas tuduhan perilaku monopoli, khususnya terkait dengan sistem operasi Windows dan penggabungan perangkat lunak.

Sosok di Balik “Serangan” Kue

Pelakunya adalah Noël Godin, seorang penulis dan aktivis asal Belgia yang dikenal dengan julukan “Le Entarteur”.

Godin bukan hanya sekali ini melakukannya, bahkan ia memimpin kelompok yang rutin menargetkan tokoh-tokoh penting dunia yang mereka anggap terlalu serius, berkuasa, atau membosankan.

Detail Kejadian yang Unik. Kue yang digunakan adalah kue tar krim cokelat dan stroberi.

Godin tidak melakukannya sendirian. Ada sekitar dua atau tiga rekannya yang ikut melemparkan kue (total ada dua kue yang mengenai Gates).

Meski dalam narasi disebutkan ia melanjutkan kegiatan, laporan berita saat itu menyebutkan bahwa Gates tampak sangat terguncang dan tidak memberikan komentar resmi yang panjang selain mengatakan, “Kuenya tidak terlalu enak.”

Foto dan video momen tersebut beredar luas di media, menjadikannya salah satu insiden protes yang paling tidak biasa yang melibatkan tokoh teknologi besar di era itu.

Meskipun itu adalah tindakan simbolis dan bukan kekerasan, peristiwa tersebut mencerminkan ketegangan antara perusahaan teknologi besar dan para kritikusnya, perdebatan mengenai hal itu pun terus berlanjut dalam berbagai bentuk hingga saat ini. (*)

Leave a Reply