“Kami menantikan pengumuman resmi hasil pemilu dari Komisi Pemilihan Umum,” katanya.
Sebelumnya PM Singapura Lee Hsien Loong juga mengucapkan selamat kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto atas keunggulan telaknya dalam hitungan quick count berbagai lembaga survei pada pilpres 2024.
Dia berharap, pemerintahan Singapura bisa menjalin hubungan lebih intens dengan RI pada era Prabowo.
“Lee dan Prabowo membahas keadaan hubungan bilateral kedua negara yang saat ini sangat baik, kata Sekretaris Pers PM, Chang Li Lin dikutip dari CNA pada Kamis.
Menurut Chang Li, PM Lee juga menelepon Presiden Jokowi mengucapkan selamat atas “pelaksanaan pemilu Indonesia yang lancar dan sukses”.
TKN: 4 Pemimpin Dunia Beri Ucapan Selamat ke Prabowo
Komandan Tim Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono mengatakan Prabowo mendapat ucapan selamat dari empat pemimpin dunia. Menurutnya, ucapan itu sebagai tanda pengakuan terhadap demokrasi di Indonesia.
Budisatrio mengatakan, Prabowo telah menerima sambungan telepon dari empat pemimpin dunia yang mengucapkan selamat atas kemenangan di Pilpres 2024. Selain Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese dan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, Prabowo sudah menerima ucapan selamat dari PM Malaysia Anwar Ibrahim, dan PM Ceko Petr Fiala.
Diketahui, saat ini KPU masih menghitung suara perolehan Pilpres 2024. Namun, hitung cepat atau quick count lembaga survei menunjukkan raihan suara yang didapat Prabowo-Gibran sudah lebih dari 50%.
“Alhamdulillah, sejauh ini sudah ada empat pemimpin dunia yang menyampaikan selamat secara langsung. TKN mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada PM Lee dari Singapura, PM Anthony dari Australia, PM Anwar Ibrahim Malaysia, dan PM Petr Fiala dari Ceko. Ini adalah ucapan-ucapan selamat pertama usai hitung cepat dari pemimpin dunia,” jelas Budisatrio kepada wartawan Kamis, (15/2/2024).
Ucapan selamat dari para pimpinan negara tersebut, menurut Budisatrio, jadi pertanda pengakuan atas proses demokrasi di Indonesia.
“Sebagai negara tetangga strategis, Australia, Malaysia, dan Singapura tentunya sudah memantau proses demokrasi Pemilihan Presiden dengan seksama lewat perwakilan negara dan pemantau Pemilu. Meski baru versi hitung cepat, ketiga negara tetangga kita plus Negara Ceko sudah mengucapkan selamat,” jelasnya.
“Ini pertanda bahwa negara tetangga dan sahabat mengakui proses demokrasi yang ada sudah berjalan dengan baik dan bersiap melanjutkan hubungan kerjasama bilateral dengan Presiden yang akan terpilih.” lanjut Budisatrio.












