Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mewakili Presiden Prabowo Subianto mengikuti prosesi pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan. Jokowi memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin Umat Katolik dunia. Mantan Gubenur Jakarta itu berdiri didepan peti jenazah mendiang Paus Fransiskus. Raut wajah penuh kedukaan, tangannya menengadah berdoa.
Saat memberikan penghormatan terakhir Jokowi didampingi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono, Menteri HAM Natalius Pigai dan Ketua Panitia Penyambutan Paus Fransiskus di Indonesia 2024 Ignasius Jonan.
Jokowi diberi kepercayaan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi utusan khusus menghadiri prosesi pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan. Jokowi dan rombongan telah berada di Roma, Italia sejak Jumat (25/4/2025).
Sebelum misa dimulai, Jokowi dkk berkesempatan melihat peti jenazah Paus Fransiskus yang telah ditutup di dalam Basilika. Hal yang sama juga dilakukan para tamu negara lain.
Terlihat Jokowi dkk berdoa di depan peti jenazah Paus Fransiskus. Jokowi tampak mengangkat tangan mendoakan Paus Fransiskus. Terlihat di sisi kiri Jokowi ada kardinal dan juga biarawati yang tengah berdoa.
Setelah itu, Jokowi dkk dan para tamu negara lain keluar dan menempati kursi yang telah disediakan di alun-alun Santo Petrus. Mereka mengikuti misa pemakaman Paus Fransiskus dengan khidmat.
Jokowi Duduk Sederet dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Zelensky
Jokowi terlihat duduk di deretan paling depan sejajar dengan pemimpin dunia lain.
Dalam tayangan misa yang disiarkan Vatikan, Sabtu (24/6/2025), Jokowi terlihat mengenakan jas dan peci serba hitam. Dia tampak berada di samping Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Deretan kursi yang ditempati Jokowi dikhususkan oleh perwakilan sejumlah pemimpin dunia. Jokowi tampak berada dalam satu deretan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dalam prosesi pemakaman Paus Fransiskus ini lebih dari 50 pemimpin dunia dan 10 raja yang berkuasa hadir. Di antaranya, Presiden AS Donald Trump, Presiden Ukraina Vlodymyr Zelensky, Pangeran William dari Inggris dan PM Keir Starmer, Raja dan Ratu Spanyol, juga dari Kerajaan Belgia, Swedia, Norwegia, dan Monako.
Utusan khusus Presiden Indonesia adalah salah satu dari sekitar 170 delegasi negara dan organisasi internasional, yang akan menghadiri misa pemakaman Paus Fransiskus.
Pemakaman Paus Fransiskus Dihadiri Ribuan Orang
Pemakaman Paus Fransiskus diawali dengan misa di Basilika Santo Petrus di Vatikan. Misa itu diikuti oleh ribuan orang mulai dari rakyat biasa, pemimpin dunia, hingga uskup dan kardinal dari seluruh dunia.
Misa diselenggarakan di Lapangan Basilika Petrus, Vatikan pukul 10.00 waktu setempat. Misa dipimpin Kardinal Giovanni Battista Re.
Misa pemakaman Paus Fransiskus ini berlangsung sekitar 90 menit, dengan kehadiran 224 kardinal dan 750 pastor dan uskup. Setelah misa selesai, peti jenazah Paus Fransiskus dibawa ke Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, Italia untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman digelar secara tertutup.
Prosesi pemakaman Paus Fransiskus saat ini telah tuntas. Jenazah Bapak Suci telah dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, Italia.
Jokowi, Thomas Djiwandono, Ignasius Jonan dan Natalius Pigai turut menghadiri proses misa pemakaman Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan tempat jenazah Paus Fransiskus disemayamkan. Mereka kompak mengenakan jas, dasi, dan peci hitam.
Menteri HAM Natalius Pigai yang menjadi salah satu utusan Presiden mengatakan bahwa ia dan Jokowi telah bersiap menuju Basilika Santo Petrus pukul 07.30 waktu setempat.
“Keberangkatan hari ini ke Basilika Santo Petrus, waktu keberangkatan dari hotel pukul 07.30,” kata Pigai kepada wartawan, Sabtu (26/4/2025).
“Hari ini upacara penghormatan terakhir di Vatikan. Kami (utusan Presiden) termasuk tamu resmi kenegaraan yang ikut upacara penghormatan terakhir Sri Paus Fransiskus bersama semua pemimpin negara di dunia,” lanjut Pigai.
Prabowo Titip Surat untuk Vatikan Lewat Jokowi
Meski mengirim utusan, Prabowo menitipkan surat pribadinya untuk Vatikan mengenai kedukaan usai meninggalnya Paus Fransiskus.
“Nah, berkenaan dengan titipan atau pesan khusus, memang utusan yang berangkat membawa surat pribadi dari Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada pemerintah Vatikan,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi mengawali pernyataannya, Jumat (25/4/2025).
Prasetyo mengatakan surat itu berisi rasa kehilangan rakyat Indonesia atas kepergian Paus. Prabowo, kata dia, pun berharap agar nilai-nilai kemanusiaan Paus dapat diteruskan.
“Tentu yang pesan khusus secara spesifik, ya, tidak ada, selain sekali lagi pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya umat Katolik, tentu merasa sangat kehilangan dengan wafatnya Paus Fransiskus,” kata Prasetyo.
Prasetyo menyampaikan harapan Prabowo. Presiden, kata dia, berharap agar pesan-pesan Paus Fransiskus kepada umat manusia bisa diteruskan
“Dan berharap semangat yang selama ini disampaikan oleh Paus Fransiskus kepada baik umat Katolik maupun umat manusia di dunia itu kita bisa teruskan,” kata Prasetyo
“Keberpihakan kepada yang lemah, kepada yang miskin, pembelaan kepada yang tertindas, nilai-nilai itulah adalah nilai-nilai kemanusiaan yang ditinggalkan oleh Paus Fransiskus dan wajib kita teruskan,” lanjutnya. (tim)












