Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi dikenal sangat dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Hubungan kedua tokoh bak saudara kandung kakak dan adik. Sehingga Jokowi terkesan memiliki posisi istimewa di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Peneliti Kebijakan Publik Asri Hadi menilai sejumlah menteri Kabinet Merah Putih “warisan” Jokowi yang dipakai Prabowo membantu pemerintahannya juga tak lepas dari peran Jokowi memberikan rekomendasi. Sehingga masukan dan nasehat Jokowi selalu didengar Prabowo.
“Pak Jokowi masih punya pengaruh besar pada Pak Prabowo, secara tidak langsung hal ini juga menjadi referensi politik dalam Pak Prabowo memimpin pemerintahan, karena Jokowi dinilai memiliki pengalaman bagus soal menghadapi dinamika politik. Dan kepiawaian Pak Jokowi menjadi ilmu pak Prabowo menghadapi tantangan,” ujar mantan Dosen Senior Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini di Jakarta.
Jokowi, lanjut Asri Hadi masih sering dimintai masukan dan nasehat oleh Pak Prabowo. Karena selama 10 tahun berkuasa, Jokowi melakukan banyak hal dimana kebijakan Jokowi saat memerintah banyak dilanjutkan oleh Prabowo. Diantaranya menyelesaikan pembangunan Ibukota Nusantara (IKN).
Pendapat yang sama disampaikan Peneliti politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno. Ia menyebut Jokowi dan Prabowo memiliki kedekatan. Jokowi dinilai memiliki posisi istimewa dengan Presiden Prabowo.
Hal ini disampaikan Adi Prayitno menanggapi kedatangan adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo sowan ke Jokowi di kediamannya pada Jumat (7/3/2025). Hal ini juga sering dilakukan para menteri Prabowo. Sering mendatangi kediaman Jokowi meminta nasehat.
Adi menyebut pertemuan itu memberi tanda bahwa Jokowi memiliki posisi istimewa di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Karena kan pada saat yang bersamaan tak ada pertemuan dengan mantan-mantan presiden yang lain, tak ada pertemuan dengan SBY apalagi pertemuan dengan Mega, gelap gulita dengan Mega,” ucap Adi Sabtu, (8/3/2025).
“Artinya apa? Di pemerintahan kali ini sangat kelihatan sekali bahwa Jokowi itu sangat istimewa ya, itu nggak bisa dibantah. Ya terbukti begitu banyak instrumen-instrumen yang mewakili pemerintah itu suka berkomunikasi dan bertemu dengan Jokowi,” katanya.
Selain Hashim, beberapa menteri Prabowo sempat berkomunikasi dengan Jokowi. Padahal, Jokowi tidak memiliki tempat dalam struktur pemerintahan Prabowo.
“Yang terbaru Pak Hashim sebelumnya misalnya Menteri Kehutanan Raja Juli, video call minta masukkan kanan-kiri, sebelumnya juga ada Budi Arie (Menteri Koperasi), dan seterusnya,” katanya.












