Settia

Najib Belum Bisa Menerima Kekalahan

EDITOR.ID, Kuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang baru saja kalah dalam pemilu mengatakan bahwa dia bisa menerima kehendak rakyat, tetapi tidak secara tegas mengakui kekalahan dan malah menyebutkan bahwa raja Malaysia yang berhak menentukan siapa perdana menteri berikutnya.

Dalam jumpa pers Kamis (10/5/2018), Najib mengatakan sekarang terserah kepada raja untuk memutuskan perdana menteri, karena tidak ada partai tunggal yang menguasai mayoritas di parlemen.

“Saya menerima keputusan rakyat dan BN (koalisi Barisan Nasional) patuh pada prinsip-prinsip demokrasi,” kata Najib seperti dilansir AFP.

“Karena tidak ada partai yang mendapatkan mayoritas sederhana, raja akan memutuskan siapa yang akan mendapatkan kepercayaan parlemen.”

Pada pemilu hari sebelumnya, Barisan Nasional yang berkuasa sejak Malaysia merdeka, atau 61 tahun, secara mengejutkan kalah dari koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin mantan perdana menteri Mahathir Mohamad, 92.

Para pengamat mengatakan sikap Najib ini merupakan upaya mengulur waktu agar partai-partai lawan membelot ke Barisan Nasional, meskipun jelas pihaknya kalah telak. Najib berada di bawah tekanan besar akibat skandal megakorupsi yang melibatkan lembaga investasi negara 1MDB dan bahkan telah disidik di sejumlah negara lain.

Mahathir, yang telah berkuasa selama 22 tahun hingga 2003, meninggalkan masa pensiun untuk melawan Najib.

Pakatan Harapan berhasil merebut 121 kursi sementara Barisan Nasional hanya 79 kursi, dibandingkan 133 kursi pada pemilu sebelumnya.

James Chin, pakar politik Malaysia dari University of Tasmania, mengatakan pidato Najib bukan sebuah pengakuan kalah dan muncul spekulasi bahwa dia akan berupaya membujuk para anggota parlemen dari partai-partai lain untuk membelot ke Barisan Nasional.

“Ini berbahaya — rakyat Malaysia tidak akan mau menerima periode transisi yang lama,” kata Chin.

Bridget Welsh, pengamat dari John Cabot University, mengecam pidato Najib sebagai sikap yang tidak negarawan.

“Dia terlihat dalam posisi melawan. Itu menunjukkan bahwa dia ingin menggunakan taktik pembelotan dan merayu orang-orang demi bertahan dalam kekuasaan,” ujar Welsh.

Kekalahan Najib hanya awal dari masalahnya. Mahathir sudah bertekad untuk membawanya ke pengadilan atas tuduhan adanya penjarahan miliaran dolar dari 1MDB. (afp)

Leave a Reply