Settia

Menkeu Minta Pimpinan Kementrian Tindak Tegas PNS Sebarkan Kebencian dan Intoleransi

EDITOR.ID, Jakarta,- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta seluruh jajaran pimpinan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memantau dan menindak tegas pegawai yang menyebarkan sikap intoleransi, ujaran kebencian dan menggunakan atribut agama untuk memicu perpecahan dan permusuhan.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani melalui pesan singkat kepada seluruh jajaran pimpinan Kemenkeu, Minggu (13/5/2018).

“Mencegah dan menindak secara tegas adalah bagian dari tugas kita menjaga keutuhan dan persatuan dan kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Sri Mulyani dikutip dari pesan singkat yang dikirimnya kepada jajaran pimpinan Kemenkeu, Senin (14/5/2018).

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, Kemenkeu harus tegas menjaga negara dan bangsa Indonesia dari ancaman terorisme dan perpecahan sektarian.

“NKRI adalah harga mati. Satukan sikap, bulatkan pikiran dan rapikan langkah kita menjaga NKRI,” tegasnya.

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Yon Arsal mengungkapkan Kemenkeu sebenarnya telah memiliki rambu-rambu kode etik yang harus dilaksanakan oleh pegawai. Namun, imbauan Sri Mulyani relevan dengan kondisi serangan teror bom baru-baru ini.

“Sebagai anggota kami akan patuhi perintah Ibu (Sri Mulyani) dan saya pikir sangat revelan dengan kejadian baru-baru ini,” ujar Yon usai menghadiri sebuah acara diskusi di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Sebagai pengingat, mantan pejabat Kemenkeu dengan pangkat terakhir IIIC Triyono Utomo memilih untuk mengundurkan diri dari Kemenkeu demi bergabung dengan ISIS pada Agustus 2016 lalu.

Triyono merupakan calon Kepala Sub Bidang Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Sumber Daya Alam di Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu.

Pada 16 Januari lalu,Triyono bersama istri dan tiga anaknya dideportasi dari Turki, empat hari setelah 17 warga Indonesia lain dipulangkan karena dugaan serupa. (tim)

Leave a Reply