Sidoarjo, Jatim, EDITOR.ID,- Suasana mencekam terlihat di reruntuhan bangunan yang ambruk di area Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Sebagian korban ada yang masih terjebak di dalam bangunan yang ambruk. Proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan. Up date terkini, 102 santri yang tertimbun berhasil dievakuasi.
Berdasarkan data terbaru hingga Selasa (30/9/2025) pukul 07.00 WIB pagi, jumlah korban yang berhasil dievakuasi mencapai 102 orang. Sejumlah ambulans disiagakan.
Ada pula pos bantuan yang didirikan untuk suplai makanan maupun minuman kepada korban yang selamat.
Tim SAR sempat mengalami kesulitan menjangkau korban dalam reruntuhan sehingga evakuasi dilakukan tanpa alat berat. Sebab, struktur bangunan dikhawatirkan akan roboh lagi, sehingga pencarian dilakukan secara manual.
Sebelumnya bangunan tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan salat Ashar dua rakaat di lantai 1. Insiden nahas ini terjadi pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.35 WIB. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan proses evakuasi berlangsung dramatis. Oleh karena itu proses evakuasi dilakukan sangat berhati-hati, mengingat banyak santri yang terjebak.
“Tentunya sangat berhati-hati karena kemiringan bangunan, masih memungkinkan runtuh lagi. Kita menjaga itu, hanya peralatan tertentu, mesin dan alat yang menimbulkan getaran dihindari dulu,” ujar Nanang, Selasa (30/9/2025).
Ia menambahkan, kendala utama dalam proses evakuasi adalah kondisi struktur bangunan yang rapuh serta timbunan material beton yang menyulitkan pergerakan Tim SAR dalam mengevakuasi korban.
“Meski menghadapi kondisi reruntuhan bangunan yang tidak stabil dan banyaknya material di lokasi, tim SAR tetap berupaya mengevakuasi korban dengan mengutamakan keselamatan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Nanang mengatakan operasi SAR gabungan ini melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi dan organisasi. Mulai dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, PMI, hingga organisasi relawan lainnnya.
“Mereka diperkuat dengan peralatan ekstrikasi, SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus), peralatan evakuasi medis, hingga perlengkapan pendukung operasi penyelamatan,” terang Nanang Sigit.
Sebelumnya, hingga Selasa dini hari (30/9/2025), Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 8 orang korban selamat, yang terjebak di reruntuhan bangunan tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
“Hingga Selasa (30/9/2025) dini hari, kami berhasil mengevakuasi 8 orang korban dalam kondisi selamat dari reruntuhan. 7 korban dievakuasi pada Senin malam dan 1 korban pada Selasa dini hari,” ungkap Nanang.
Korban pertama berhasil dievakuasi dan dalam keadaan selamat pada Senin (29/9) pukul 18.01 WIB, disusul korban kedua pada pukul 18.16 WIB. Selanjutnya, korban ketiga dievakuasi pukul 19.00 WIB.
Korban keempat pukul 19.16 WIB, korban kelima pukul 19.38 WIB, korban keenam pukul 20.55 WIB, korban ketujuh pada pukul 22.01 WIB, dan korban kedelapan ditemukan, pada Selasa (30/9) pukul 01.58 WIB.
8 korban yang berhasil dievakuasi Tim SAR langsung dibawa ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Diantaranya ke RSUD Notopuro, RS Delta Surya, dan RSI Siti Hajar.
“Berdasarkan data sementara, terdapat 100 orang santri menjadi korban. 99 berhasil diselamatkan, di mana 8 orang dievakuasi tim SAR dan 91 orang melakukan evakuasi mandiri. 1 orang korban meninggal dunia,” imbuhnya.
Satu orang korban meninggal dunia bernama Maulana Affan Ibrahimafic, 15 tahun. Ia merupakan salah satu santri Pondok Pesantren Al Khoziny asal Kalianyar Kulon, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya.
Kesulitan evakuasi
Pencarian ini juga melibatkan ahli struktur bangunan. Setidaknya, ada 55 institusi yang dilibatkan dalam pencarian korban ambruknya Ponpes Al Khoziny tersebut.
Ratusan personel Tim SAR gabungan terus berupaya mengangkat puing-puing bangunan Musala tiga lantai tersebut.
Sebagaimana diketahui bangunan Asrama Putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Desa Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur ambruk saat jemaah tengah melaksanakan ibadah salat Asar pada Senin (29/9/2025). Musibah ini mengakibatkan santri meninggal. Sementara lebih dari 100 orang alami luka-luka.
Pesantren Al Khoziny merupakan salah satu pondok pesantren tertua di Indonesia. Pondok bersejarah ini menyimpan kisah heroik para santrinya pernah ikut berjuang melawan Belanda.
Runtuhnya bangunan pondok mengakibatkan tangisan dan ratapan para keluarga dan teman korban. Diduga masih ada belasan santri terjebak didalam reruntuhan bangunan. Tim Basarnas, TNI, Polri dan masyarakat masih terus berusaha melakukan evakuasi.
Ratusan Santri Jadi Korban
Ratusan santri menjadi korban ambruknya bangunan yang masih dalam tahap renovasi itu. Bangunan itu ambruk sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, ada ratusan santri yang tengah salat ashar berjamaah di lantai 2 bangunan itu.
“Diduga ada sekitar 100 santri yang melaksanakan ibadah salat Ashar,” Wahid, salah satu santri pada Senin (29/9/2025).
Wahid mengatakan, musala ambruk saat rakaat kedua salat Asar. Bagian ujung musala, kata Wahid, lebih dulu ambruk sebelum akhirnya merembet bagian lain gedung.
Munir menyebut bangunan musala itu diketahui masih dalam tahap pembangunan.
Terdengar Suara Gemuruh Mirip Gempa
Ketua RT setempat, Munir, mengungkapkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB sore tadi. Terdengar suara mirip gempa saat bangunan ambruk. Dia mengatakan ada suara orang meminta tolong dari dalam reruntuhan.
“Habis salat Asar itu ada suara gemuruh ada getaran seperti gempa ternyata musala,” kata Munir, Senin (29/9/2025).
Masih Ada Suara Minta Tolong
“Di dalam masih ada suara. Ada orang yang minta tolong,” tambahnya.
Sempat terdengar suara gemuruh disertai getaran yang mengejutkan warga saat bangunan itu ambruk. Menurut Munir, musala tersebut masih dalam tahap pembangunan.
“Korban tidak ngitung. Sepertinya luka-luka biasa,” lanjutnya. (*)












