Palembang, Sumsel, EDITOR.ID,- Sungguh tega suami yang satu ini. Ia membiarkan dan menterlantarkan istrinya saat sang istri menderita sakit kanker paru-paru dan diambang ajal kematian. Sang suami justru tak mempedulikan. Kenapa suami setega itu? Dari pengakuannya, sang suami kesal karena tak pernah lagi dilayani berhubungan intim.
Kejadian tragis ini menimpa wanita bernama Sindy Purnama Sari (25), warga Palembang, Sumatera Selatan. Ibu satu anak ini akhirnya ditemukan tak bernyawa setelah tak kuat menahan sakitnya. Sindy meninggal di rumahnya dalam kondisi kurus kering diduga karena diterlantarkan dan tak dirawat secara baik oleh suaminya Wahyu Saputra (25).
Kasus penelantaran istri yang dialami Sindy di Palembang, Sumatera Selatan, terungkap setelah polisi menetapkan Wahyu suaminya sebagai tersangka.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihartono, menjelaskan berdasarkan penyelidikan dan pengakuan pelaku, Wahyu sengaja menelantarkan Sindy yang menderita sakit kanker paru-paru.
Pelaku Kesal Istri Tak Penuhi Hasrat Seksnya
Motif Wahyu menterlantarkan istrinya hingga meninggal, karena pelaku kesal terhadap istrinya yang sedang sakit kanker paru-paru, menolak untuk memenuhi kebutuhan biologis atau hasrat seks Wahyu untuk berhubungan intim selama setahun terakhir.
“Kami mendapatkan rangkaian cerita bahwa korban ini sebelum 2025 mengidap penyakit kanker paru-paru yang klimaksnya terjadi pada bulan Desember 2024,” ujar Kombes Pol Harryo Sugihartono kepada wartawan di Palembang saat konferensi pers di kantornya, Selasa (28/1/2025) sebagaimana dilansir dari Kompas.com.
Selama sakit, Sindy hanya terbaring di kamar dan tidak dapat melakukan aktivitas apa pun. Ironisnya, sang suami Wahyu tidak memberikan pertolongan yang diperlukan kepada Sindy.
Bahkan saat memberi makan, Wahyu hanya meletakkan makanan di samping tempat tidur tanpa menyuapi, padahal Sindy sulit bergerak. “Hal itu semakin membuat kondisi korban menjadi tambah buruk.
Wahyu mengaku menelantarkan istrinya Sindy karena permintaan untuk berhubungan intim sering ditolak, meskipun ia mengetahui kondisi kesehatan istrinya yang sedang sakit parah selama hampir satu tahun. Hal ini membuat Wahyu marah dan membiarkan Sindy terkapar di dalam kamar dengan kondisi tubuh yang semakin lemah.
“Saya sakit hati dia tidak mau berhubungan,” kata Wahyu saat berada di Polrestabes Palembang.
Ia juga membantah tidak mengurus istrinya selama sakit, dengan menyatakan bahwa SPS ingin berusaha sendiri dan tidak ingin dibantu. “Dia mau berusaha sendiri,” ujarnya.












