Masih di Bulan Suci, Presiden Jokowi Berbagi “Sedekah” ke Pedagang Kecil di Pasar

Presiden Jokowi Tinjau Aktivitas Perdagangan di Pasar Minggu

Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan kepada pedagang kecil di Pasar Minggu Jakarta Selatan Pada Kamis 13 April 2023 Foto BMPI Istana Negara

Jakarta, EDITOR.ID,- Di 10 hari terakhir bulan Ramadhan selain turun ke lapangan melihat kondisi harga sembako menjelang Lebaran, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga berbagi sedikit bantuan tunai langsung (BLT) kepada para pedagang kecil di pasar.

Menerima “sedekah” dari Presiden Jokowi secara langsung, para pedagang kecil tersebut tak mampu menahan air mata rasa terharunya. Apalagi mereka didatangi langsung oleh Presiden Jokowi yang seumur-umurnya tak pernah didatangi orang nomor satu di Indonesia.

“Terima kasih, matur nuwun Pak Jokowi Semoga Bapak terus diberikan kesehatan,” ujar ibu Parni, salah satu pedagang kecil yang berjualan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (13/4/2023).

Presiden blusukan ke dalam pasar hingga sudut-sudut pasar dimana pedagang kecil berjualan. Jokowi mendatangi para pedagang pasar itu, kemudian Presiden menyapa, menanyakan kondisi kesehatan dan kemudian Presiden memberikan amplop berisi sedikit uang bantuan BLT buat para pedagang kecil tersebut.

Kamis (13/4/2023) kemarin Presiden Jokowi blusukan mengunjugi aktivitas perdagangan di Pasar Minggu, Jakarta. Di pasar tersebut, Presiden kembali memastikan bahwa harga bahan-bahan pokok tetap stabil mendekati Lebaran.

“Yang paling penting harga bahan-bahan pokok tidak ada yang naik, banyak yang turun, yang naik hanya satu, bawang bombay. Yang lain bagus, telur bagus, ayam baik, bawang merah juga baik, cabai yang dulu sampai Rp100 (ribu), sampai Rp90 ribu, sekarang di posisi Rp35-40 ribu,” ucap Presiden kepada awak media.

Presiden mengatakan bahwa harga bahan pokok yang stabil disebabkan karena pasokan bahan-bahan pokok terpantau baik. Namun, Presiden menyebut harga bawang bombay masih mengalami kenaikan harga.

“Saya kira semuanya baik. Artinya pasokannya lancar sehingga harganya jadi turun. Bawang bombay saja yang naik,” tutur Kepala Negara.

Lebih lanjut, Kepala Negara menjelaskan bahwa ketersediaan Minyakita masih terkendali, namun distribusinya di pasar-pasar masih terbatas. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa Minyakita hanya untuk masyarakat kalangan bawah dan tidak dapat dibeli dalam jumlah yang banyak.

“Sehingga kaya Minyakita, kenapa kita patok Rp15 ribu dan tidak boleh dijual dalam jumlah yang besar karena memang kita harapkan itu yang membeli hanya masyarakat bawah. Dan stoknya sangat banyak, saya cek kemarin di semua pasar itu ada semua,” ujar Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut antara lain Menteri BUMN Erick Thohir, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono, dan Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *