Settia

Maria Salikin, Pengabdian dan Profesionalitas Advokat

Sosoknya supel, hangat dan apa adanya. Namun kritis dan sarat pengalaman, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kelebihan Maria Salikin, SH yang sudah 18 tahun malang melintang sebagai seorang lawyer. Sifat hangat dan tanpa membedakan membuat Maria Salikin dekat dengan orang-orang yang ditemuinya.

Maria Salikin, SH adalah sosok srikandi hukum yang kini menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Advokat/ Pengacara Indonesia (HAPI).

Maria termasuk sosok yang sangat aktif terjun dan mencintai organisasi lawyer. Ditengah kesibukannya yang sangat padat memimpin kantor Law Firm, Maria rela mengorbankan waktunya untuk menjalankan tugasnya sebagai Ketua Harian DPP HAPI, menggerakkan organisasi agar tetap bisa melayani ribuan anggotanya di berbagai daerah.

Hal tersebut ia lakukan karena sudah menjadi amanah dari para pendiri HAPI agar organisasi ini makin besar dan mampu menjadi tangga bagi para advokat dalam menapaki karier profesi dengan membekali mereka ruang untuk meningkatkan kemampuannya.

“Kerja keras dan jerih payah dalam membangun organisasi tentu membuahkan hasil, saat ini HAPI ibarat “wanita cantik” sedang banyak dicintai, hal ini patut disyukuri karena merupakan hasil perjuangan dan kerja keras dari para pendiri serta pengurus terdahulu yang selayaknya patut diberikan apresiasi oleh advokat generasi depan,” tutur Maria Salikin dalam sebuah perbincangan yang santai di kantornya Maria Salikin Law Firm di bilangan Petamburan, Jakarta Pusat..

Lantas apa yang mendorong srikandi pendekar hukum ini menerjuni profesi Advokat? “Karena kebetulan mungkin pengaruh dari background orang tua saya, khususnya papa saya yang seorang lawyer dan pendiri organisasi advokat, mungkin dari situ juga ada dorongan,” kata lawyer yang sangat aktif di organisasi ini.

Maria melihat ada tantangan kenapa ia memilih jalur Advokat sebagai lahan pengabdian. Karena selama ini dunia Advokat indentik dengan dunianya laki-laki.

“Berkiprah di dunia profesi yang didominasi dunia laki-laki, tantangannya seru, karena saya harus terjun ke semua bidang, mulai pagi siang dan malam, dan tantangan paling penting bagi kita adalah membantu sesama orang,” tutur Alumni Fakultas Hukum Universitas Merdeka Malang ini.

Dalam dunia Advokat, lanjut Maria, profesi ini tidak sekadar dituntut sosoknya pandai bicara, tapi didukung kemampuan dan kecerdasan si Advokat membuat analisa dan dalil hukum berdasarkan kajian UU, pendapat pakar hukum, jurisprodensi dan penyelidikan di lapangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *