Mantan Kapolri Rame-Rame Turun Gunung Datangi Kapolri, Ada Apa?

Jenderal Polisi (Purn) Dai Bachtiar meminta agar Korps Bhayangkara segera berbenah menjalani perintah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait masalah pelayanan publik hingga standar operasional prosedur (SOP).

Dai mengatakan pertemuan di antara mantan Kapolri sejatinya memang rutin dilakukan. Namun pertemuan kali ini untuk memberikan masukan terkait rentetan peristiwa yang terjadi di instansi Polri beberapa waktu ke belakang.

“Tapi pada pertemuan kali ini memang ada sesuatu yang kita ingin berikan masukan. Terutama kepada peristiwa yang akhir-akhir ini terjadi. Tentu kami memberikan dorongan semangat, spirit, bagi mereka untuk tabah dan juga berpikir rasional untuk menghadapi situasi ini,” imbuhnya.

Minta Dukungan Masyarakat untuk Pembenahan Polri

Bambang Hendarso Danuri menyebut Korps Bhayangkara saat ini sedang menghadapi situasi yang sulit setelah sejumlah dugaan tindak pidana yang menyeret hingga jenderal polisi.

Oleh karena itu, Bambang dkk meminta rakyat Indonesia juga memberi dukungan kepada Polri untuk berbenah dan menyelesaikan persoalan itu.

“Tolong masyarakat bisa memberikan support sepenuhnya kembali pada Polri untuk menjalankan apa yang menjadi arahan bapak presiden. Apapun yang dihadapi Polri sekarang cukup berat,” ujarnya kepada wartawan usai pertemuan dengan Listyo dan jajarannya.

Bambang menyebut pelbagai masalah yang menerpa itu telah menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Oleh sebab itu, dirinya bersama mantan Kapolri lainnya datang untuk memberikan masukan terhadap para pejabat aktif Polri.

Kendati demikian, dirinya meyakini seluruh masalah tersebut bakal segera teratasi. Terlebih, kata dia, Presiden Joko Widodo juga telah memberikan arahan agar dapat dilakukan pembenahan.

“Insyaallah dengan apa yang disampaikan bapak Kapolri tadi bahwa langkah konkrit sedang dan dalam dilaksanakan oleh Polri di seluruh Indonesia. Mulai dari Mabes Polri hingga tingkat Polsek,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah mengumpulkan seluruh pejabat utama Polri, Kapolda, dan Kapolres di Istana Negara, Jumat (14/10).

Selama kurang lebih 15 menit Jokowi memberikan arahan kepada Korps Bhayangkara. Mulai dari gaya hidup mewah anggota, tingkat kepercayaan publik yang menurun, judi online dan narkoba, hingga kasus pembunuhan berencana oleh Ferdy Sambo Cs.

Selain itu, menyikapi panggilan presiden itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram yang ditujukan untuk seluruh Kapolda di Indonesia.

Dalam telegram tersebut, Listyo memerintahkan jajaran untuk memastikan penanganan kasus kekerasan terhadap masyarakat dilaksanakan secara prosedural, transparan, dan berkeadilan.

Selain itu, Kapolri juga memerintahkan agar jajarannya untuk menegakkan hukum secara tegas dan keras terhadap anggota Polri yang melakukan pelanggaran dalam kasus kekerasan berlebihan terhadap masyarakat.

Leave a Reply