Sambo Bikin Drama Pelecehan Seksual Sambil Menangis
Mahfud MD beberapa kali membocorkan fakta baru dari skenario yang dibuat oleh mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.
Mahfud juga membuka adanya dugaan ‘jebakan psikologi’ oleh Ferdy Sambo guna mendukung skenario tembak-menembak yang sudah dirancang. Dengan membangun dalih “pelecehan seksual istrinya”.
Untuk meyakinkan rekayasa yang dia buat bahwa istrinya dilecehkan, Sambo sampai perlu mengundang Kompolnas ke kantornya.
“Satu ke Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional), Hari Senin Kompolnas diundang Ferdy Sambo ke kantornya. Hanya untuk apa? Hanya untuk nangis-nangis di depan Kompolnas,†ujar Mahfud dalam YouTube Deddy Corbuzier.
Mahfud mengatakan jika Ferdy Sambo sengaja melakukan hal itu, untuk upaya prakondisi yang membuat dirinya terkesan sebagai orang yang teraniaya.
Ferdy Sambo merasa menjadi pihak yang dirugikan karena istrinya dilecehkan, menurut skenario awal.
“Saya (Ferdy Sambo) teraniaya, kalau saya sendiri ada di situ saya tembak habis dia katanya gitu,†lanjut Mahfud menirukan ucapan Ferdy.
Kemudian, dijelaskan Mahfud, Ferdy tak hanya mendatangi Kompolnas namun ada beberapa pihak lain.
Ada beberapa anggota DPR yang juga dihubungi Ferdy Sambo, namun saat dikonfirmasi tak bisa dihubungi.
Bareskrim Pastikan Tak Ada Peristiwa Pidana Pelecehan Seksual
Namun belakangan kasus pelecehan seksual telah dihentikan Bareskrim karena dianggap laporan itu palsu. Setelah diselidiki dan gelar perkara, tidak ada peristiwa pidana tersebut. Laporan tersebut hanya rekayasa Ferdy Sambo untuk menutupi fakta pembunuhan Brigadir Josua.
“Berdasarkan hasil gelar perkara, kita hentikan penyidikan kasus pelecehan seksual dan dugaan pembunuhan,†ucap Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi kepada wartawan di Bareskrim, Jumat malam (12/8).
Andi Rian menyampaikan, alasan dihentikan kedua perkara yang dilaporkan Putri Candrawati itu lantaran memang tidak ditemukan tindak pidananya.
“Dihentikan karena tidak ditemukan peristiwa pidananya,†jelas Andi Rian.
Memang kasus kematian Brigadir J ini, terus dipantau oleh masyarakat Indonesia, agar tak ada lagi hal yang ditutupi oleh kepolisian dan pihak yang bersangkutan.
Tak hanya menyeret nama Bharada E yang diduga menembak Brigadir J, aksi Ferdy Sambo menyeret sejumlah jenderal, perwira menengah Polri harus kehilangan masa depan dan jabatannya. (tim)










