ditempat terpisah, adanya peristiwa itu DMS mengaku prihatin. Seharusnya, kata dia, praktik kotor dengan cara menjatuhkan lawan seperti itu tidak
perlu terjadi. Ia khawatir jika kampanye hitam itu terus dibiarkan akan mengganggu kondusifitas daerah menjelang pemilihan kepala daerah 9 Desember mendatang.Padahal bagi
pasangan Mantap, lanjut dia, kondusifitas harus dipelihara dengan baik sesuai komitmen seluruh pasangan calon.
“Hentikan provokasi, black campaign atau kampanye kotor
lainnya. Mari kita didik masyarakat dengan berdemokrasi yang baik,” tegas DMS.
Menyinggung tentang ketiga terduga pelaku black campaign, DMS mengatakan menyerahkan proses sepenuhnya kepada aparat berwenang. Ia juga mengapresiasi timnya di lapangan
yang telah melakukan tindakan tepat dengan melaporkan peristiwa itu ke pihak berkompeten. “Kami memang diajarkan seperti itu (taat aturan dan hukum). Kalau hasil
pemeriksaan nantinya ditemukan ada pelanggaran, biarkan hukum yang menyelesaikan,” tukas dia.
Diberitakan sebelumnya, timses dan relawan pasangan Mantap menerima informasi soal adanya gerak-gerik tiga orang
mencurigakan di Desa Dukuhjeruk Kecamatan Karangampel. Setelah diamati, ketiga orang itu ternyata sedang melakukan propaganda negatif, menyebarkan sebuah media cetak yang
berisi tudingan menyesatkan soal calon bupati Daniel Mutaqien Syafiuddin (DMS).
Melihat hal itu, ketiganya lalu diamankan timses dan relawan di kantor sekretariat pemenangan pasangan Mantap di Desa Dukuhjeruk. Beberapa lembar koran ikut diamankan
sebagai barang bukti. Untuk menghindari kemungkinan terburuk, timses lalu menghubungi Panwaslu kecamatan dan polsek setempat. (Hendra Sumiarsa)










