KPK Kembali Periksa Hakim Agung Terkait Kasus Suap di MA

Saksi lainnya yang juga dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi yakni jaksa, Dody W Leonard Silalahi; TNI, Bagus Dwi Cahya; Hakim Tinggi Pengadilan Militer Jakarta, Kolonel Hanifan Hidayatullah; serta TNI yang ditugaskan di MA, Danil Afrianto. Mereka dipanggil karena diduga punya informasi seputar kasus yang tengah diusut KPK.

Ilustrasi Gedung KPK

Jakarta, EDITOR.ID,- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap hakim agung pada Mahkamah Agung (MA), Prim Haryadi, Rabu (31/5/2023). Pemeriksaan ini berkaitan dari pengembangan KPK dalam menelusuri kasus suap pengurusan perkara di MA.

Hakim Agung Prim Haryadi dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Kasus pengurusan perkara di MA telah menyeret dua hakim agung non aktif, Sudrajad Dimyati dan Gazalba Saleh. Dan Sudrajad sudah dijatuhi hukuman 8 tahun penjara oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Bandung.

“Pemeriksaan dilakukan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan Kuningan Persada Kaveling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan,” kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri, Rabu (31/5/2023).

Saksi lainnya yang juga dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi yakni jaksa, Dody W Leonard Silalahi; TNI, Bagus Dwi Cahya; Hakim Tinggi Pengadilan Militer Jakarta, Kolonel Hanifan Hidayatullah; serta TNI yang ditugaskan di MA, Danil Afrianto. Mereka dipanggil karena diduga punya informasi seputar kasus yang tengah diusut KPK.

Ali belum menerangkan lebih detail soal materi yang hendak didalami KPK lewat pemanggilan para saksi tersebut. Hasil pemeriksaan akan disampaikan KPK ke publik saat agenda permintaan keterangan rampung.

Sebelumnya diberitakan, KPK telah menetapkan Sekretaris MA, Hasbi Hasan serta swasta, Dadan Tri Yudianto sebagai tersangka baru atas kasus suap pengurusan perkara di MA. KPK menegaskan, penetapan tersangka ini sebagai komitmen untuk membongkar tuntas kasus suap terkait pengurusan perkara di MA.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyampaikan, pihaknya menindaklanjuti alat bukti yang diperoleh dari proses persidangan kasus suap di MA. Kasus ini tengah disidang di Pengadilan Tipikor Bandung.

“Benar KPK telah tetapkan dua orang pihak sebagai tersangka yaitu pejabat di MA dan seorang swasta,” kata Ali dalam keterangannya, Rabu (10/5/2023).

Ali menyebutkan, KPK segera mengumumkan secara resmi pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Dugaan perbuatan pidana yang dilakukan para tersangka juga segera diungkapkan lebih detail ke publik luas.

Dengan demikian, total ada 17 orang yang dijerat KPK dalam kasus suap pengurusan perkara di MA. Dua tersangka baru yakni Sekretaris MA, Hasbi Hasan serta swasta, Dadan Tri Yudianto. Lalu ada juga Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar (SKM) Wahyudi Hardi.

Sebelumnya, terdapat 14 orang yang dijerat KPK dalam kasus ini. Mereka yakni Hakim Agung Gazalba Saleh; Hakim Yustisial Prasetio Nugroho serta Edy Wibowo; dan staf Gazalba, Redhy Novarisza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

%d bloggers like this: