Sidoarjo, Jatim, EDITOR.ID,- Jumlah korban akibat ambruknya bangunan Musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur terus bertambah. Data terbaru mencapai 39 orang dari semula 17 orang. Tim SAR terus berjuang menemukan kembali korban lainnya dibalik reruntuhan yang sudah dibersihkan.
Penemuan jasad santri ini memicu ledakan tangis dari orang tua dan keluarga yang ditinggal meninggal putranya dalam kondisi mengenaskan.
Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue – SAR) gabungan terus melanjutkan upaya pencarian dan evakuasi korban terdampak insiden ambruknya gedung musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pada hari ini, Minggu (5/10/2025) mulai dari pukul 00.36 WIB hingga 09.00 WIB, sebanyak 11 jenazah kembali ditemukan.
Angka tersebut sekaligus menambah jumlah korban yang meninggal menjadi 36 orang dan satu bagian tubuh (bagian tubuh berupa kaki kanan) yang ditemukan pada Sabtu (4/10/2025). Adapun bagian tubuh manusia yang ditemukan itu sementara belum dihitung sebagai temuan baru yang menambah jumlah korban jiwa.
Secara akumulasi sementara, total jumlah korban yang terdata atas peristiwa runtuhnya gedung empat lantai itu ada sebanyak 167 orang. Data ini bersifat dinamis dan berpotensi akan ada penambahan lagi seiring dengan upaya tim SAR gabungan yang terus memaksimalkan kinerja selama 24 jam bergantian.
Pada Minggu (5/10/2025) siang, Tim SAR Gabungan kembali mengevakuasi satu jenazah dan satu potongan tubuh bagian kaki korban.
Nanang Sigit Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya selaku On Scene Coordinator (OSC) menjelaskan, dengan dievakuasinya satu jenazah dan satu potongan tubuh tersebut total korban meninggal dalam peristiwa ini mencapai 39 orang. Keduanya dievakusi oleh Tim SAR dari Sektor A3.
“Jam 10.34 WIB dan 11.15 WIB ditemukan dua korban ya. Memang kondisi satu body part, satu kita anggap jenazah,” jelasnya.
Nanang menyebut, hingga siang ini jumlah keseluruhan korban yang sudah terevakusi mencapai 143 orang dengan rincian 104 selamat, 39 meninggal dunia dengan dua di antaranya dalam kondisi body part.
“Jadi totalnya kan 143 (sudah dievakusi), kondisi meninggal dunia 39 di antaranya dua dalam kondisi body part,” tuturnya.
Untuk menemukan korban-korban yang lain, Tim SAR terus menjalankan operasi pengangkatan puing bangunan dan menunggu kode tim safety officer yang melihat tanda keberadaan korban.
“Kemudian disetop baru kita melaksanakan evakuasi melalui proses ekstrikasi material yang ada untuk memisahkan ataupun melepaskan anggota tubuh ataupun jenazah tersebut dari material-material bangunan,” ungkapnya.
Nanang menyebut proses pengangkatan puing bangunan hingga Minggu sore sudah mencapai 75 persen tinggal menyisakan reruntuhan di sektor A1 dan A2.
“Saat ini sudah mencapai 75 persen untuk apa pembongkaran bangunannya hanya tinggal di sisi A2 dan A1 yang A4 dan A3 itu hampir bersih. Tinggal A3 saja yang masih di bagian ujungnya saja masih sebagian kecil,” ungkapnya.
Tim SAR menduga sebagian korban yang masih di dalam reruntuhan berada di area tengah di antara keempat sektor.
“Praduga perkiraan di sisi tengah itu memang sudah kita laksanakan kita prediksi ada di sana masih ada korban-korban yang memang masih terpisah,” ucap Nanang.
Sementara itu total data korban sementara saat ini mencapai 143 orang dengan rincian 104 kondisi selamat, 39 meninggal dunia, di mana dua di antaranya berupa potongan tubuh. Sedangkan yang belum ditemukan diduga mencapai 24 orang.
BNPB Ungkap Titik Korban
BNPB mengungkap jumlah korban tewas banyak ditemukan di lantai satu.
“Setahu saya, tadi baru saja saya diskusi beliau menyampaikan ternyata kebanyakan korban itu ditemukan di lantai 1. Untuk sekotrnya A1, A2 itu teknis Basarnas. Yang jelas paling banyak ditemukan dari lantai 1,” ujar Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan dalam jumpa pers, Minggu (5/10/2025).
Budi menerangkan kendala proses evakuasi di mana ada beton yang menempel pada bangunan lain. Sehingga proses evakuasi haru hati-hati.
“Cuma ada satu kendala, beton ada yang menempel di sebelah kiri, Pak Muji dari ITS akan datang sehingga pemotongan beton tak menyebabkan gedung itu akan rusak atau runtuh,” ujar Budi.
Saat ini Basarnas masih mengoptimalkan pencarian 27 orang yang diduga masih tertimbun. Proses evakuasi diharapkan bisa selesai besok.
“Kalau dilihat dari lapangan, kegiatan ini tak akan lama lagi. Harapan saya paling lama besok itu sudah rata,” ucapnya.
“Untuk itu saya akan mendengarkan masukan dari rekan-rekan apa yang kira-kira yang bisa BNPB support lagi sehingga pelaksanaan ini akan lebih cepat lagi sehingga tak perlu menunggu besok sore atau malam,” sambung Budi. (*)












