Settia

Keraton Agung Sejagat Disebut Ada di Wonogiri, Ini Jawaban Kesbangpol

Wonogiri – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Wonogiri langsung bergerak begitu mendengar informasi Keraton Agung Sejagat juga mempunyai markas di Kota Sukses.

Dari hasil pengecekan, Kesbangpol belum mendeteksi adanya pengikut atau pun markas Keraton Agung Sejagat di Wonogiri.

Kepala Kantor Kesbangpol Wonogiri, Sulardi, mengaku kaget mengetahui berita di media massa bahwa Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel menyatakan Keraton Agung Sejagat yang didirikan Toto Santoso di Purworejo sebagai raja dan Fanni Aminadia sebagai ratu itu memiliki markas lain di Wonogiri dan Klaten.

Sulardi belum pernah mengendus adanya pengikut maupun markas Keraton Agung Sejagat di Kota Sukses. Sulardi kemudian langsung berkoordinasi dengan seluruh jaringan intelijen dari kepolisian, kejaksaan, kecamatan, hingga tingkat rukun tetangga (RT).

Menurut dia, tidak ada jaringannya yang mengetahui secara pasti adanya pengikut maupun markas Keraton Agung Sejagat. Sulardi sudah meminta semua pihak terus memonitor.

Menurut dia, keterangan Kapolda kemungkinan besar berdasar hasil penyidikan terhadap kedua tersangka, Toto dan Fanni. Sulardi segera berkoordinasi dengan aparat Polres Wonogiri apabila di kemudian hari mendeteksi adanya pengikut atau markas Keraton Agung Sejagat.

mencurigakan terkait Keraton Agung Sejagat. Saya juga belum pernah mendengar kabar ada warga yang berpenampilan seperti ‘abdi’ Keraton Agung Sejagat,” kata Sulardi saat dihubungi Solopos.com, Minggu (19/1/2020).

Dia mengimbau warga yang menjadi pengikut atau mengetahui ada yang menjadi pengikut Keraton Agung Sejagat segera melapor kepada aparatur setempat, seperti pengurus RT, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, atau polisi.

Sulardi menegaskan pengikut itu bakal dibina agar tak mudah teperdaya doktrin atau bujukan orang yang ingin mengeruk keuntungan dengan bermodal pengakuan sebagai raja atau lainnya.

Bagi warga yang merasa menjadi korban karena sudah menyetorkan sejumlah uang kepada “raja” atau “ratu” Keraton Agung Sejagat, bisa melapor ke polisi. Laporan itu sebagai modal pengembangan penyidikan aparat Polda Jateng.

“Adanya hanya beberapa pengikut Gafatar [Gerakan Fajar Nusantara]. Tapi itu dulu. Sekarang mereka sudah sadar. Tidak ada diskriminasi terhadap mereka,” imbuh Sulardi.

Dia mengarahkan Solopos.com untuk meminta konfirmasi kepada Kapolda.

Namun, dia menyatakan siap sepenuhnya apabila diminta membantu penyidikan Polda, seperti mengumpulkan data. Seperti diketahui, masyarakat dihebohkan munculnya Keraton Agung Sejagat di Purworejo yang mengaku menguasai dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *