Jakarta, EDITOR.ID,- Sejumlah alumni Universitas Indonesia (UI) mengeluh kenapa dipersulit untuk masuk ke sistem pemilihan secara digital, yakni UI Connect. Hal ini bisa membuat potensi pemilih jadi terbatas. Hal ini juga dialami Alumni FISIP UI Asri Hadi yang juga Ketua Dewan Redaksi EDITOR.ID.
Asri Hadi mengaku mengalami kesulitan untuk masuk ke sistem UI CONNECT. “Verifikasinya dipersulit akhirnya yang bisa daftar terbatas. Banyak sekali aturannya,” kata Asri Hadi di Jakarta, Sabtu (26/7/2025).
Banyak nama-nama besar alumni UI yang juga menyuarakan hal serupa mengenai kurang transparannya aplikasi UI Connect yang digunakan untuk e-vote dalam Pemila (Pemilihan Raya) Ketua ILUNI UI.
Asri Hadi menyarankan agar menggunakan sistem pemilihan online yang lebih mudah diakses oleh para alumni.
“Kalau menurut saran saya pakai aplikasi lain atau web based vote engine yang praktis, reliable, user friendly dan auditable,” saran Asri Hadi.
“Kata teman biayanya cuma 30 juta. Waktu kerja 15 hari. Mungkin malah ada yang gratis. Yg penting ada niat untuk berubah. Sedangkan Ui connect itu untuk silaturahmi aja. Jangan dipaksakan jadi vote engine,” tambah Asri Hadi.
Menurut Asri Hadi, selain masalah karena tidak reable dan user friendly, ada masalah auditability yang lebih mengerikan pada UI Connect. “Jika tidak bisa diaudit oleh pihak independen, kecurangan bisa saja terjadi,” katanya.
Kemudian Asri Hadi menggambarkan bagaimana potensi kecurangan bisa terjadi jika akses pendataan calon pemilih di UI Connect tidak transparan dan auditable.
“Bayangkan ada lima orang duduk di depan laptop entah di mana. Mereka punya token vote dari DPT verified, dan punya log bahwa orang-orang ini gak pernah masuk dan login lagi di UI Connect,” papar Asri.
“Jumlahnya katakan 5.000 orang. Pada saat dilakukan e-voting, 5 orang ini melakukan vote untuk 5.000 orang yang sudah terverified. Nama pemilih kan tidak diungkap dan tidak transparan.”
“Asumsinya, orangnya melakukan e-evoting. Kan saling tidak tahu. Trik ini bisa dilakukan oleh orang yang punya akses ke database. Ini sangat mungkin dilakukan untuk memenangkan kandidat tertentu, jika real time voter tidak ditampilkan,” kata Asri Hadi.

Tak hanya Asri Hadi, Forum Pemila UI Transparan (PELUIT) 2025 juga mengkritisi proses Pemilihan Ketua Umum ILUNI UI (Ikatan Alumni UI) tahun 2025. Yang disorot tajam soal teknis pemilihannya yang mengutamakan aplikasi UI Connect.
Forum Pemila UI Transparan (PELUIT) 2025 merupakan alumni UI dari berbagai angkatan dan fakultas serta jurusan yang berbeda-beda. Mereka menyuarakan keresahan soal ini.

Forum PELUIT menuliskan Petisi kepada Panitia Pemilihan Ketua ILUNI UI 2025, agar aplikasi UI Connect diaudit, terutama untuk rekapitulasi suara dalam Pemila Ketua ILUNI UI, oleh pihak independen. PELUIT juga meminta agar menunda Munas ILUNI UI, sampai perbaikan e-vote UI Connect transparan.
Berikut ini Petisi Forum Pemila UI Transparan 2025.
FORUM PEMILA UI TRANSPARAN 2025: AUDIT UI CONNECT SEGERA
Proses Pemilihan Langsung (PEMILA) Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) periode 2025-2028 sedang menuju titik puncaknya. Yang menjadi persoalan utama adalah, metode pemungutan suara daring menggunakan e-vote di aplikasi UI Connect (UIC), yang banyak menuai kontroversi terkait proses registrasi pengguna dan verifikasi untuk bisa menjadi voter.
Masih banyak kesulitan lain dihadapi pengguna UIC atas tidak efisiennya aplikasi, ditambah persoalan UIC yang tidak pernah diaudit sejak awal digunakan, sehingga tidak diketahui akurasinya dan segala kemungkinan kesalahan penghitungan.
Selain itu, tidak ada pihak independen yang melakukan post audit untuk hasil penghitungannya, sehingga proses yang berlangsung sangat diragukan transparansinya.
Atas dasar keprihatinan dan lambannya respon Panitia PEMILA ILUNI UI 2022 dalam menanggapi aspirasi alumni terkait transparansi UIC, maka tahun 2025 ini Forum Pemila UI Transparan kembali melakukan inisiatif yang proaktif dan solutif kepada Panitia PEMILA Ketua Umum ILUNI UI 2025, bahwa e-vote daring yang masih bermasalah ini harus segera dilakukan audit baik sistem keamanannya, kestabilan software, khususnya sistem rekapitulasi suara.
Berikut adalah poin-poin penting yang kami sampaikan:
1. Mencermati, situasi dan kondisi Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI Ul Pusat 2025,
2. Menimbang, asas JUJUR, ADIL, BERSIH, dan TRANSPARAN,
3. Memutuskan, kami Alumni UI yang peduli transparansi lintas fakultas dari seluruh angkatan di 14 Fakultas di Universitas Indonesia, yang tergabung dalam Forum PEMILA UI Transparan, dan tidak terafiliasi dengan tim sukses semua kandidat, tergerak dan menyatakan sikap sebagai berikut:
1, Proses Pemilihan Ketua Umum ILUNI Ul Pusat 2025 bisa dilakukan dengan cara e-voting melalui mekanisme daring dan/atau manual di tempat pemungutan suara;
2, Harus dilakukan uji kelayakan aplikasi UI Connect sebagai e-vote secara teknis (proses penghitungan suara,software, database, kapasitas bandwith dan keamanan) oleh auditor IT independen selambat-lambatnya H-14, dan dilakukan testing/ujicoba bersama semua perwakilan kandidat. Auditor independen memiliki akses penuh selama proses voting hingga berakhir seluruh rangkaian proses pemilihan sebagai saksi independen.
3, Rekomendasi hasil uji coba kelayakan e-vote UIC, harus mengedepankan asas kemudahan penggunaan, memberikan fitur transparansi pada rekapitulasi data pemilih secara real time yang bisa diunduh dan diverifikasi oleh segenap alumni UI yang sudah terdaftar di aplikasi UIC.
4, Apabila proses perbaikan rekomendasi dari hasil audit tidak cukup waktu untuk diselesaikan, panitia harus menunda Pemila ILUNI UI 2025 sampai perbaikan aplikasi dan fitur e-vote dinyatakan layak digunakan dari segi transparansi, keamanan data dan sistem, atau mencari aplikasi e-vote alternatif yang netral dan disepakati oleh panitia dan semua kandidat. Dan setiap progres, harus dilaporkan/diberitakan di website ILUNI UI agar semua alumni bisa mengetahui perkembangannya.
5, Menunda waktu pelaksanaan Munas ILUNI UI yang telah ditetapkan bersamaan dengan hari voting dan penetapan pemenang, selambat-lambatnya 7 hari setelah rekapitulasi akhir suara, untuk memberikan waktu penyelesaian jika terjadi laporan adanya indikasi kecurangan, waktu untuk memberikan sanggahan/keberatan/ tidaksetuju/investigasi/penyelesaian.
6, Memberikan waktu 2×24 jam untuk panitia dan kandidat, menyatakan komitmen dan melaksanakan rekomendasi dalam petisi ini.
Tanggapan bisa dilakukan secara terbuka dan diposting di UIC, sosial media ILUNI UI atau mengadakan pertemuan dengan perwakilan Forum PEMILA UI Transparan, bersama semua kandidat, selambat-lambatnya pada 25 Juli 2025.
Makara Society Ajak 7 Kandidat Bahas Sistem Pemilihan
Pada hari Selasa 22 Juli 2025, anggota WAG Makara Society yang berisi kumpulan alumni UI dari berbagai fakultas, mengajak ketujuh kandidat ketua umum ILUNI UI untuk berdiskusi tentang UI Connect yang akan dipakai pada perhelatan Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI atau PEMILA ILUNI UI 2025.
Dinamika diskusi dalam WAG Makara Society ini juga diikuti oleh SC dan OC PEMILA dan Munas, serta Forum PEMILA UI Transparan, sehingga para alumni berharap panitia lebih concern terhadap isu-isu yang berkembang dan menemukan solusi terbaik atas masalah yang dihadapi, terutama tentang kinerja UI Connect yang sudah jelas sangat jelek di mata para pengguna.
Berikut adalah kompilasi pendapat para kandidat tersebut tentang rencana panitia atas penggunaan UI Connect sebagai voting engine:
1. Boni Fasius Hargens – FISIP 2000
Boni berkomentar cukup singkat tentang UI Connect, “penggunaan mixed-methods lebih fair, (jadi) selain UI Connect ada alternatif lain, jangan hanya menggunakan UI Connect yang disputable”.
2. M. Pradana Indraputra – FEB 2010
Menurut Pradana soal UI Connect, “waktu itu kami juga sudah pernah mengajukan keberatan, karena saya rasa semua kandidat dan pemilih kerepotan, tapi tentunya sebagai peserta kontestasi, kami akan ikuti apapun aturan yang berlaku, dan kami percayakan kepada OC dan SC untuk membenahi hal tersebut”.
3. Ivan Ahda – FPsi 2003
Sebagai salah satu kandidat yang mengikuti kontestasi pemilihan ketua ILUNI UI di PEMILA 2025, Ivan menyikapi riuh pendapat, termasuk beberapa pertanyaan dan pernyataan yang mengaitkan dirinya dengan kondisi UI Connect hari ini:
- Aplikasi UI Connect adalah janji Ivan saat maju sebagai kandidat ketua ILUNI periode 2016-2019, dan berhasil diselesaikan pembuatannya saat Ivan menjabat sebagai ketua Communication Center ILUNI UI di periode 2016-2019,
- UI Connect mencatat performance baik saat digunakan dalam PEMILA ILUNI UI 2019, dimana saat itu implementasi UI Connect sebagai sistem voting berjalan baik dengan kolaborasi ILUNI Fakultas, ILUNI UI dan intensitas pengawalan SC dan OC dalam menjaga reliability dan security aplikasi UIC.












