Kejutan! Sosok Gus Baha Mencuat di Survei Calon Ketum PBNU

  • Bagikan
gus baha kiai muda nu
gus baha kiai muda nu

EDITOR.ID, Jakarta,- Sungguh diluar dugaan. Nama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau karib disapa Gus Baha masuk bursa ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam muktamar ke-34 NU. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic), Gus Baha menduduki posisi keempat dengan persentase 12,4%.

Profil Gus Baha mulai dicari tahu usai namanya muncul dalam survei calon Ketua Umum (Ketum) PBNU. Figur Gus Baha sendiri mulai populer lantaran video ceramah dirinya tersebar di media sosial.

Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam menjelaskan, ulama muda asal Rembang itu menempel ketat posisi Ketum PBNU yang sekarang, KH Said Aqil Siradj yang ada di urutan ketiga. Sementara itu, di posisi teratas ada Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, serta KH Hasan Mutawakkil Alallah di urutan kedua.

“Calon Ketum PBNU di posisi pertama KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur) dengan dukungan tertinggi sekitar 24,7 persen, disusul KH Hasan Mutawakkil Alallah 22,2 persen, KH Said Aqil Siradj 14,8 persen yang juga incumbent Ketum PBNU saat ini, lalu KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha 12,4 persen,” kata Umam dalam keterangan tertulis, Kamis (7/10/2021)

“Perolehan suara nama-nama tokoh dalam survei dipengaruhi oleh lebih terbukanya dukungan warga Nahdliyyin dari basis wilayah Jawa Timur, sehingga menempatkan dua nama kiai senior asal Jawa Timur, Marzuki Mustamar dan Hasan Mutawakkil Alallah, di posisi puncak,” kata Umam.

Adapun pemilihan ketua umum PBNU yang baru akan dilakukan dalam muktamar yang rencananya digelar pada 23-25 Desember mendatang.

Gus Baha “Semangat Baru” NU

Menurut Khoirul Umam, munculnya Gus Baha dalam survei menunjukkan peningkatan ekspektasi warga nahdiliyin terhadap para kiai muda.

Kemunculan nama Gus Baha, sambung Umam mengindikasikan adanya penguatan ekspektasi warga Nahdliyin terhadap pemberian peran kepada kiai muda.

Menurut dia, Gus Baha juga dinilai sebagai jawaban atas tradisi intelektual pesantren yang belakangan dinilai sejumlah kalangan mengalami pergeseran metode pembelajaran dan output pendidikan pesantren yang diharapkan.

Umam menjelaskan, kerap munculnya Gus Baha di berbagai chanel media sosial belakangan efektif untuk menambah popularitasnya di kalangan warga Nahdliyin secara umum.

“Selain itu, media exposure Gus Baha di berbagai channel media sosial belakangan ini juga menambah literasi keilmuan sekaligus popularitas nama Gus Baha di kalangan warga nahdliyin secara general, khususnya Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur,” tutur Umam.

Umam menilai, di bawah kepemimpinan Kiai Said, PBNU memang mampu menunjukkan karakter berani dan tegas kepada kelompok-kelompok Islam radikal. Akan tetapi, di sisi lain, kepemimpinannya turut berimbas pada semakin lekatnya PBNU dalam kerja-kerja politik praktis. “Terlebih lagi, ketika kekuasaan saat ini, the ruling power dihadapkan pada tantangan eksploitasi politik identitas,” tuturnya.

Survei Indostrategic dilakukan pada 23 Maret sampai dengan 5 April 2021 dengan melibatkan 1.200 orang responden yang merasa memiliki kedekatan dengan NU. Survei ini memiliki margin of error sebesar 3% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Hasil survei menemukan bahwa setidaknya ada delapan nama yang mendapat dukungan tertinggi, salah satunya Bahaudin Nursalim atau yang karib disapa Gus Baha.

Urutan Calon Ketum PBNU Berdasarkan Survei

Berikut urutan lengkap delapan tokoh tersebut dari perolehan dukungan

  1. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Marzuki Mustamar dengan 24,7 persen.

  2. Ketua PWNU Jatim, Hasan Mutawakkil Alallah dengan 22,2 persen.

  3. Ketua Umum PBNU yang kini menjabat, Said Aqil Siradj dengan 14,8 persen.

  4. KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha dengan 12,4 persen.

  5. Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf dengan perolehan suara 3,7 persen.

  6. Ketua PBNU Marsudi Syuhud dengan perolehan dukungan 1,2 persen.

  7. Ahmad Fahrur Rozi Burhan dan Ali Maschan Moesa, masing-masing memperoleh suara yang sama yakni 1,2 persen.

Sisanya, sebanyak 18,15 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. (tim)

 112 Total Pengunjung,  2 Pembaca Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan