Kapolri Naikkan Pangkat 17 Anak Buahnya, Bintang Dua ke Bintang Tiga, 11 Pecah Bintang, Inilah Nama-Namanya

Dalam kenaikan pangkat terbaru, satu jenderal naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau jenderal bintang tiga. Dia adalah mantan Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Winarto.

Komjen Pol Winarto Salah Satu Jenderal Bintang Dua jadi Bintang Tiga

Jakarta, EDITOR.ID,- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi memberikan promosi jabatan sekaligus menaikkan pangkat 17 anak buahnya satu tingkat lebih tinggi pada Senin (7/7/2025). Dari 17 perwira Polri yang dinaikkan pangkatnya ada 11 kombes pecah bintang, hingga bintang dua naik ke bintang tiga.

Upacara kenaikan pangkat digelar di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/7/2025). Kenaikan pangkat ini menjadi momen penting bagi para perwira yang mendapatkan kenaikan pangkar sebagai pengukuhan atas prestasi dan perjalanan karier gemilangnya sebagai seorang perwira tinggi Polri.

Dalam kenaikan pangkat terbaru, satu jenderal naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau jenderal bintang tiga. Dia adalah mantan Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Winarto.

Komjen Pol Winarto kini menjabat Inspektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup dan resmi menyandang pangkat Komjen. Karena penugasan diluar struktur organisasi, maka Komjen Winarto dimutasi sebagai pati Baintelkam Polri.

Komjen Pol Winarto pernah menjabat tugas sebagai Deputi VIII BIN (November 2024 s/d Juni 2025) dan Kabinda Kalsel (2020).

Komjen Pol. Winarto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992 yang memiliki rekam jejak mentereng. Sebelum menyandang pangkat jenderal bintang tiga, ia telah mengemban berbagai posisi strategis di berbagai lini.

Kariernya membentang dari tingkat wilayah hingga pusat, termasuk pernah menjabat sebagai Kapolres Tanah Bumbu (2010), Dirlantas Polda Kalteng (2013), dan Dirlantas Polda Riau (2015). Pengalaman di bidang lalu lintas ini kemudian dilanjutkan dengan menjabat sebagai Kapolrestabes Bandung (2016) dan Dirlantas Polda Sulsel (2016).

Pada tahun 2017, ia ditunjuk sebagai Wakapolda Sulawesi Tenggara, sebuah jabatan yang mengawali kiprahnya di posisi-posisi lebih tinggi. Selanjutnya, Komjen Winarto juga pernah menjabat sebagai Kabinda Kalsel (2020) dan Sahli Bid. Hankam BIN (2021), menunjukkan keahliannya di bidang intelijen dan keamanan negara.

Sebelum kenaikan pangkat ini, ia pernah menjabat Kapolda Kalimantan Selatan (7 Desember 2023 s/d 11 November 2024), kemudian Pati Baintelkam Polri pada 2024, dan Deputi VIII BIN (November 2024 s/d Juni 2025).

Saat ini, Komjen Pol. Winarto bertugas sebagai Inspektur Utama (Irtama) di Kementerian Lingkungan Hidup RI (2025), menambah daftar panjang kontribusinya di berbagai lembaga negara.

PerKemudian ada 11 Kombes yang pecah bintang jadi Brigadir Jenderal (Brigjen). Salah satunya Brigjen Pol Muhammad Nuh Al Azhar yang sebelumnya berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).

Brigjen Muhammad Nuh Al Azhar sendiri merupakan saksi ahli kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 7 Februari 2017.

Saat itu, Muhammad Nuh Al Azhar masih berpangkat AKBP dan menduduki posisi Kepala Sub Bidang Komputer Forensik Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri.

Dalam sidang terdakwa Ahok pada Selasa (7/2/2017) silam, Muhammad Nuh Al Azhar menyatakan bahwa terdapat empat video yang berkaitan dengan pidato Ahok di di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Setelah dianalisis oleh tim Puslabfor Mabes Polri, Muhammad Nuh Al Azhar menyatakan bahwa video tersebut dapat dipertanggungjawabkan keasliannya.

Selain dalam kasus Ahok, Muhammad Nuh Al Azhar juga dihadirkan sebagai ahli dalam kasus kasus kopi sianida yang melibatkan nama Jessica Wongso.

Dalam sidang pada Senin (18/11/2024) lalu, Muhammad Nuh Al Azhar dihadirkan sebagai Ahli Digital Forensik dari Mabes Polri yang membantah rekaman CCTV channel 9 yang diserahkan oleh pihak Jessica Wongso merupakan barang bukti baru atau novum dalam pengajuan peninjauan kembali (PK).

Saat itu, Nuh menegaskan, rekaman CCTV channel 9 ini sudah pernah diputar dalam persidangan kasus pembunuhan berencana terhadap Wayan Mirna Salihin pada Agustus 2016 silam.

Begitu pula dengan rekaman yang ditunjukkan ayah Wayan Mirna Salihin, Edi Darmawan, dalam wawancara di stasiun TV.

“(Rekaman) CCTV channel 9 dari belakang dengan yang ada di rekaman (wawancara eksklusif dengan) Karni Ilyas itu adalah hal yang sama. Tidak ada perbedaan,” ujar Nuh kala itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Hubungan Masyarakat (Div Humas) Polri Brigjen Pol Trunoyudo menjelaskan, dari 17 pati Polri yang mendapat kenaikan pangkat terdiri atas satu inspektur jenderal (irjen) menjadi komisaris jenderal (komjen).

Kemudian 5 brigadir jenderal (brigjen) menjadi irjen, dan 11 komisaris besar (kombes) ke brigjen.

Menurut Trunoyudo, kenaikan pangkat merupakan bentuk kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih besar kepada para perwira.

“Kenaikan pangkat ini bukan hanya sekadar penghargaan struktural, tetapi juga bentuk kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih besar kepada para perwira tinggi untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada institusi dan masyarakat,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Senin (7/7/2025).

Berikut nama-nama 17 perwira yang mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat:

Dari Irjen ke Komjen (Bintang 3):

  1. Komjen Winarto, selaku Pati Baintelkam Polri

Brigjen ke Irjen (Bintang 2):

  1. Irjen Arradina Zessa Devy

Leave a Reply