Jakarta, EDITOR.ID,- Pandangan generasi tua gagap teknologi dan tak kuasai bisnis digital diruntuhkan Otto Toto Sugiri. Pria yang sudah berusia lanjut 72 tahun dan generasi tua ini justru sukses di bisnis masa depan digital. Kekayaannya melesat empat kali lipat gara-gara membangun peradaban baru digital.
Otto Toto Sugiri mengubah Indonesia menuju era digital dan mendukung transformasi digital di Indonesia.
Otto Toto Sugiri kini mengalahkan anak-anak muda Gen Z (baca Genzi) yang selama ini dikenal sebagai penguasa era digital. Kakek ini justru kini dijuluki sebagai “Bill Gates” Indonesia karena sukses membangun platform digital dan membuatnya naik menjadi orang terkaya di Republik Indonesia.
Otto Toto Sugiri menempati posisi ke-6 dengan harta kekayaan US$ 11,3 miliar atau setara Rp 187,58 triliun (kurs Rp 16.600). Dalam catatan Forbes, kekayaan itu naik dari awal 2025 US$ 7 miliar dan 2024 yang sebesar US$ 1,8 miliar.
Pria berusia 72 tahun ini memiliki bisnis di bidang teknologi, tepatnya sebagai pendiri sekaligus CEO PT DCI Indonesia Tbk. Dia membangun perusahaan tersebut dengan beberapa rekannya pada 2011.
Nama Otto Sugiri berhasil menembus orang terkaya RI versi Forbes. Lembaga ini kembali merilis 10 daftar orang terkaya di Indonesia. Dalam daftar terbaru ini, terdapat sejumlah pendatang baru yang kekayaannya meningkat signifikan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mencatat kenaikan signifikan hingga 17%. Total kekayaan kolektif para taipan Indonesia mencapai rekor baru sebesar US$ 306 miliar, naik dari US$ 263 miliar pada tahun lalu.
Terdapat tiga pendatang baru yang hartanya meningkat dan berhasil menendang sejumlah pemain lama dalam daftar 10 orang terkaya Indonesia. Tiga taipan itu yakni, Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Wijono & Hermanto Tanoko Family.
Pendatang baru kedua adalah rekan dari Toto Sugiri, yakni Marina Budiman yang menempati posisi 8 orang terkaya Indonesai dengan kekayaan mencapai US$ 8,2 miliar atau setara Rp 136,12 triliun. Hartanya naik dari tahun lalu hanya US$ 1 miliar.
Marina juga merupakan salah satu pendiri DCI Indonesia. Saat ini dia menjabat sebagai Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk. Marina telah lama bekerja bersama dengan Toto Sugiri, tepatnya sejak 1985 di Bank Bali.
Dalam sejumlah sumber, Toto dan Marina memang baru masuk 10 daftar orang Indonesia pada 2025 ini.
Pendatang baru itu ada nama Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman. Keduanya baik Toto Sugiri dan Marina Budiman adalah sosok berusia lanjut. Namun mereka sukses membesarkan nama PT DCI Indonesia Tbk (BEI: DCII ) sebagai perusahaan raksasa dan penguasa dunia digital.
DCI Indonesia, Bisnis Digital yang Bikin Sugiri dan Marina Jadi Orang Terkaya
DCI Indonesia adalah perusahaan pusat data terkemuka di Indonesia yang didirikan pada tahun 2011 oleh Otto Toto Sugiri.
Perusahaan ini menyediakan layanan infrastruktur pusat data yang aman dan andal bagi perusahaan teknologi, perbankan, dan berbagai industri lainnya di Indonesia. PT DCI telah berkontribusi besar dalam mendukung transformasi digital di Indonesia.
PT DCI Indonesia Tbk didirikan pada tahun 2011 dengan tujuan menyediakan infrastruktur pusat data berstandar internasional di Indonesia.
Pada tahun 2021, PT DCI resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham DCII.[4] Perusahaan ini telah mendapatkan berbagai sertifikasi internasional seperti Tier IV dari Uptime Institute, menjadikannya salah satu pusat data dengan tingkat keandalan tertinggi di Asia Tenggara.
DCI Indonesia adalah penyedia data center terkemuka di Indonesia yang mengoperasikan data center kelas dunia Tier IV, pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
DCI menyediakan layanan colocation, cloud, dan carrier-neutral untuk mendukung transformasi digital, dengan fasilitas besar di Cibitung, Karawang, dan Jakarta, serta pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan.
DCI Indonesia adalah perusahaan teknologi yang menyediakan infrastruktur digital yang aman, andal, dan terhubung untuk berbagai industri, termasuk teknologi, perbankan, dan lainnya.
Keunggulan perusahaan ini memiliki pusat data Tier IV, standar tertinggi untuk keandalan dan ketersediaan, di Asia Tenggara. Kapasitas besar dengan potensi daya mencapai 1.000 MW di berbagai lokasi. Didukung oleh 70+ penyedia layanan jaringan.
Fasilitas: Memiliki beberapa gedung data center (JK1, JK2, dan lainnya) yang berlokasi strategis di Cibitung, Karawang, dan Jakarta. DCI Indonesia mengembangkan Tier IV membangun sistem peringkat data center yang menunjukkan desain dan konstruksi paling tangguh, menjamin ketersediaan tertinggi (SLA 99.999%) dengan hanya lima menit downtime per tahun, seperti klasifikasi hotel bintang lima.
Terakhir, pendatang baru ketiga dalam daftar 10 orang terkaya Indonesia adalah Wijono & Hermanto Tanoko & family dengan kekayaan yang tercatat US$ 8,1 miliar atau setara Rp 134,46 triliun. Tanoko juga dikenal sebagai sosok yang menerjuni dunia digital media sosial.
Keluarga Wijono & Hermanto Tanoko menempati posisi 9. Posisi ini didapat setelah kekayaan mereka naik dari tahun lalu US$ 3,3 miliar.
Mereka merupakan pemilik dari PT Avia Avian Tbk (AVIA), perusahaan cat kedua terbesar di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada 1978 oleh ayah mereka, Soetikno Tanoko. Sebenarnya untuk Wijono & Hermanto Tanoko pernah masuk 10 daftar orang terkaya Indonesia. ***












