Kaesang Pangarep Resmi Pimpin PSI 2025-2030, “Darah” Keluarga Jokowi Harus Ada di PSI

Kaesang Pangarep terpilih sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) periode 2025-2030, mengalahkan dua pesaing dalam Pemira PSI.

Kaesang Pangarep Foto Instagram @PSI

Jakarta, EDITOR.ID,- Tak disangka Kaesang Pangarep berhasil terpilih sebagai ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) periode 2025-2030. Putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu mampu meraih suara terbanyak mengalahkan dua pesaingnya.

Suara yang diraih Kaesang jauh melampui suara yang didapatkan Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron dan Agus Mulyono Herlambang dalam Pemilu Raya (Pemira) PSI 2025.

Proses pemilihan sudah berlangsung sejak 12 sampai 18 Juli dengan mekanisme e-Voting. Setiap kader terdaftar di PSI memiliki hak suara untuk memberikan dukungan kepada salah satu kandidat ketua umum.

Pemungutan suara resmi ditutup pada pukul 23.59 WIB, Jumat 18 Juli.

Kaesang memperoleh total 65,28 persen suara. Sementara Bro Ron meraih 22,23 persen suara. Sedangkan Agus hanya mendapat 12,49 persen suara.

Terdapat 157.579 anggota yang menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan ketum secara langsung ini.

“Kita sudah menyaksikan hasil akhir pemilihan raya PSI, selamat kepada pemenang Mas Kaesang Pangarep,” kata Plt Ketua Umum PSI Andy Budiman dalam kongres.

Kaesang mempertahankan kursi ketum PSI. Ia telah memimpin partai besutan Jeffry Geovani itu sejak Senin 25 September 2023 lalu.

Saat itu Kaesang memutuskan bergabung dengan PSI pada Sabtu 23 September 2023. Dua hari setelahnya ia ditunjuk menjadi ketum PSI.

Kaesang menggantikan Giring Ganesha yang memutuskan mundur dari kursi ketum PSI.

Jokowi Tokoh Pendongkrak Suara PSI

Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia Jeffrie Giovanie, saat membuka Kongres PSI di Surakarta, Sabtu (19/7/2025), mengatakan tanpa pamor Presiden ke-7 RI Joko Widodo, PSI tak akan berhasil menjadi partai yang memiliki basis kuat di masyarakat.

Hal itu lantaran Jokowi yang kala itu masih menjadi Presiden ke-7 RI dinilai memiliki elektabilitas yang tinggi. Jokowi bahkan sudah dianggap dekat dengan PSI sejak partai tersebut didirikan pada 16 November 2014.

PSI Nyaris Dibubarkan

Jeffrie mengungkapkan dirinya pernah ingin membubarkan partai menjelang Pemilihan Umum 2024 jika “darah” keluarga Jokowi tak masuk ke PSI.

Jeffrie kemudian meminta para pendiri partai, seperti Raja Juli Antoni, Grace Natalie, Saiful Haq, dan Endang Tirtana, mengajak Joko Widodo ataupun keluarganya untuk masuk ke PSI.

”Kalau kalian nggak dapat sedikit pun darahnya keluarga Pak Jokowi atau Pak Jokowi sendiri, kita tutup partai ini,” ujarnya saat membuka Kongres PSI di Surakarta, Sabtu.

Keputusan itu akan diambil lantaran hasil survei beberapa lembaga menyatakan elektabilitas PSI di bawah 1 persen. Hasil survei itu jauh di bawah perolehan suara PSI pada Pemilu 2019 yang mencapai 1,89 persen.

Menurutnya, perolehan suara PSI harus terus meningkat di setiap pemilu. Ia bahkan menyebut Pemilu 2024 bakal menjadi pemilu terakhir bagi PSI jika perolehan suaranya lebih rendah dibandingkan capaian di Pemilu 2019. Penurunan suara menjadi petanda bahwa partai sudah tidak dipercaya oleh rakyat.

Jeffrie lantas meminta Grace untuk meminta kesediaan Pak Jokowi ataupun keluarganya agar mau bergabung dengan PSI. Ia bahkan meminta Grace untuk menangis sekencang-kencangnya saat bertemu dengan Jokowi agar permintaan tersebut dikabulkan.

Namun, perjalanan untuk mendapatkan keluarga Jokowi pun tidak mudah. Kaesang sangat sulit dihubungi dan tidak mau membalas pesan Whatsapp. Meskipun pada akhirnya Kaesang bergabung dengan PSI pada 23 September 2023 dan dilantik sebagai Ketua Umum PSI pada 25 September 2023 atau dua hari setelah mendapatkan kartu tanda anggota partai.

”Walaupun kemudian kita mengalami penderitaan batin yang cukup panjang, dari Maret 2023 kita diberikan harapan setengah palsu oleh Mas Kaesang,” tuturnya.

Hingga akhirnya Kaesang memimpin PSI pada Pemilu 2024. Kepemimpinan putra bungsu Jokowi itu mampu membawa perolehan suara PSI naik menjadi 2,8 persen suara. (tim)

Leave a Reply