Jakarta, EDITOR.ID,- Momen bulan suci Ramadhan sangat ditunggu-tunggu miliaran umat muslim se dunia. Umat muslim berlomba-lomba melakukan ibadah agar mendapat bekal pahala di hari akhir nanti. Salah satu yang diwajibkan dalam ibadah bulan Ramadhan adalah puasa.
Puasa adalah ibadah wajib dari salah satu dari 5 rukun Islam, selain membaca kalimat Syahadat, sholat, zakat dan ibadah haji bagi yang mampu. Tak disangka, berpuasa di bulan Ramadhan ternyata keutamaannya sangat banyak dan dahsyat. Maka jika kita tahu keutamaan berpuasa tidak akan meninggalkan sedikitpun pelaksanaan ibadah puasa selama 30 hari.
Berpuasa adalah menahan lapar, haus, dan syahwat duniawi dalam kondisi biasa barang tentu adalah hal yang berat.
Sebab, fitrah manusia adalah memenuhi hajat hidupnya. Tetapi, hal itu akan menjadi terasa indah dan nikmat, jika semuanya dilandaskan pada keyakinan bahwa ini adalah perintah dari Allah SWT yang wajib diimani.
Bukan sekedar ibadah wajib, puasa ternyata ibadah yang penuh keutamaan, fadilah dan pahalanya. Mengutip dari situs Kementrian Agama yang ditulis oleh Muhammad Tambrin, Plt Irjen Kemenag, fadilah dan keutamaan yang diberikan kepada orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadan adalah janji Allah SWT.
Beberapa keutamaan puasa sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah SAW., sebagai berikut:
Mendapat Balasan Langsung dari Allah
Dari Abu Hurairah RA., Rasulullah SAW., bersabda: “Allah ‘Azzawajalla berfirman -dalam hadits qudsi: “Semua amal perbuatan anak Adam-yakni manusia- itu adalah untuknya, melainkan berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasan dengannya.
Puasa adalah sebagai perisai -dari kemaksiatan serta dari neraka. Maka dari itu, apabila pada hari seseorang diantara engkau semua itu berpuasa, janganlah ia bercakap-cakap yang kotor dan jangan pula bertengkar. Apabila ia dimaki-maki oleh seorang atau dilawan dengan bermusuhan, maka hendaklah ia berkata: “Sesungguhnya saya adalah -sedang- berpuasa.”
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan: Allah berfirman dalam hadits qudsi: “Orang yang berpuasa itu meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena taat pada perintahKu Allah. Puasa adalah untukku (Allah) dan Aku akan memberikan balasannya, sedang sesuatu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat gandanya.”
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: “Setiap amal perbuatan anak Adam yakni manusia itu, yang berupa kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya dengan sepuluh kalinya sehingga tujuh ratus kali lipatnya.”












