EDITOR.ID, Jakarta,- Penyelenggaraan Modest Fashion, Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 yang digelar Bank Indonesia (BI) mendapat sambutan luar biasa dari peserta maupun pengunjung Festival dan sukses besar.
Perhelatan yang diselenggarakan Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) dibawah binaan BI ini sebagai rangkaian kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang berlangsung sejak tanggal 28 Oktober 2020 telah memasuki hari terakhir penyelenggaraan.
Vice Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) Jetty R Hadi mengatakan sustainable fashion, sustainable lifestyle bukan hanya sekadar tema yang diusung dalam Modest Fashion ISEF 2020.
Namun, ia mengharapkan konsep ini menjadi ruh dan semangat bagi pelaku fesyen umumnya dan fesyen muslim khususnya. Karena ini menjawab tantangan dunia masa depan yang InsyaAllah menjadikan kita aman, nyaman, dan bisa berusaha dengan barokah.

“Dengan semangat dan ruh itu diharapkan secara bisnis dan kreativitas kita bisa menjadi terdepan yang dapat menjadi pusat fesyen muslim dunia yang implikasinya meningkatkan perekonomian Indonesia dan mensejahterakan rakyatnya,†jelas Jetty R Hadi dalam keterangannya kepada EDITOR.ID di Jakarta.
Menurut Jetty R Hadi, untuk memperkenalkan dan menggaungkan produk fesyen muslim Indonesia ke skala global, dalam ajang Modest Fashion ISEF 2020 digelar Virtual Fashion Show yang menampilkan 720 karya dari 164 desainer/brand fesyen muslim Indonesia.
“Sesuai tema yang diangkat, “Sustainable Fashion, Sustainable Lifestyleâ€, perhelatan Modest Fashion ISEF 2020 menggaungkan tentang gaya hidup berkelanjutan bagi produsen maupun konsumen fesyen muslim,” tutur perempuan yang aktif menggelar festival fashion busana muslim ini.
Lebih lanjut Jetty R Hadi mengatakan bahwa para pelaku usaha fesyen muslim yang berkesempatan menampilkan karya dalam perhelatan ini diarahkan untuk menerapkan konsep sustainable yang bertanggung jawab.
“Dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi pada seluruh siklus industri fesyen, meliputi sumber bahan baku, proses produksi, etika kerja, kesejahteraan tenaga kerja, dan pengelolaan limbah lingkungan,” paparnya.

Pemanfaatan konten lokal seperti kain tradisional yang dibuat oleh para perajin kain menggunakan bahan ramah lingkungan dan perwarna alam merupakan penerapan konsep sustainable yang banyak dilakukan oleh kreator fesyen muslim dalam membuat karya yang ditampilkan dalam perhelatan ini.












