Penulis : Samsul Bahri
Ketua Umum FORSIMEMA
Jakarta, EDITOR.ID,- Bumi Handayani—Kabupaten Gunung Kidul—kembali mengukir catatan sejarah emas dalam lanskap penegakan hukum di Indonesia. Dari hamparan perbukitan kapur yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal, daerah ini secara konsisten melahirkan sosok kepemimpinan dan maestro hukum yang mendedikasikan hidupnya bagi keadilan, integritas, serta kemajuan lembaga peradilan di bawah naungan Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Dialah Bapak Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H. Sosok yang kini mengemban amanah besar dan strategis di benteng terakhir keadilan Indonesia.
Kehadiran putra terbaik asal Gunung Kidul ini menjadi bukti nyata bagaimana kesederhanaan dan keteguhan moral mampu menempa seorang anak bangsa hingga meraih kepercayaan tertinggi di ranah hukum nasional.
Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung (FORSIMEMA), Samsul Bahri, mengapresiasi perjalanan panjang ini dengan menegaskan bahwa Gunung Kidul telah melahirkan sosok maestro hukum pendamai dan berintegritas.
Memilik sikap rendah hati, santun dan sangat ramah kepada siapapun menjadikan Prof Yanto sebagai figur yang sangat dihormati dan disenangi masyarakat.
Dengan pengalaman panjang membuat keputusan hukum di peradilan, Mahkamah Agung (MA) sangat layak untuk menempatkan posisi Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H dalam penugasan di Mahkamah Agung sebagai berikut:
Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia
Hakim Agung Pidana
Juru Bicara Mahkamah Agung
Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI)
Kehadirannya di tampuk tertinggi peradilan nasional bukan sekadar kebanggaan daerah, melainkan simbol kuat bahwa prinsip kesederhanaan, keteguhan moral, dan kearifan lokal mampu menjadi pilar utama dalam menjaga marwah keadilan di tanah air.
Dedikasi, Integritas, dan Transformatif
Dalam rekam jejak pengabdiannya di Mahkamah Agung, sosok maestro hukum ini terus mempromosikan penguatan integritas lembaga, kepastian hukum, serta modernisasi sistem peradilan. Pendekatan hukum yang berkeadilan, humanis, dan responsif terhadap dinamika masyarakat menjadi ciri khas kepemimpinannya.
Beberapa poin krusial yang menjadi warisan dan fokus pengabdian meliputi:
Penyelesaian Perkara Berbasis Keadilan: Mengedepankan kedalaman nurani dan kepastian hukum dalam setiap putusan serta kebijakan peradilan.
Penguatan Integritas Lembaga: Menjadi teladan dalam menjaga independensi hakim dan transparansi badan peradilan dari segala bentuk intervensi.
Sinergi Kemitraan Keterbukaan Informasi: Mendorong kolaborasi yang sehat antara Mahkamah Agung, media massa, dan masyarakat demi mewujudkan badan peradilan yang akuntabel dan modern.
Kompas Moral di Ruang Pengadilan
Langkah panjangProf. Dr. Yanto senantiasa diiringi oleh filosofi mendalam tentang hakikat keadilan itu sendiri. Bagi beliau, hukum bukanlah ruang kaku yang berjarak dari realitas sosial.
“Hukum yang sejati tidak hanya tertulis di atas kertas, tetapi hidup dan dirasakan keadilannya oleh masyarakat kecil. Nilai-nilai luhur dan kesederhanaan selalu menjadi kompas moral dalam menegakkan keadilan di ruang-ruang pengadilan.”

Inspirasi Bagi Generasi Muda
Capaian dan dedikasi putra terbaik Gunung Kidul di Mahkamah Agung ini diharapkan menjadi inspirasi mendalam bagi para penegak hukum muda, akademisi, serta seluruh lapisan masyarakat Gunung Kidul dan Indonesia.
Perjalanan ini membuktikan bahwa latar belakang tempat lahir bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi tertinggi. Dengan dedikasi tanpa kompromi terhadap kebenaran, niat tulus dan kerja keras akan selalu menemukan jalannya menuju puncak pengabdian tertinggi bagi bangsa dan negara. ****










