Jatuh dari Jembatan Leuwiranji ke Cisadane Sempat Lambaian Kan Tangan Kini Hilang Hingga Terus Dicari Tim SAR

Malang nasib seorang pekerja poyek bernama Prangki (25), dia terpeleset saat mengencangkan baut jembatan Leuwiranji jatuh ke Sungai Cisadane, saksi menyaksikan dan terakhir melihat Prangki sempat melambai-lambaikan tangannya sambil berteriak minta tolong. Keberadaan Prangki hingga saat ini masih dicari oleh para relawan penduduk sekitar Leuwiranji dan Gunung Sindur membantu Tim SAR maupun BPDB Kabupaten Bogor yang berjibaku masih terus mencarinya hingga sampai diketemukan keberadaannya.

Jatuh dari Jembatan Leuwiranji ke Cisadane Sempat Lambaian Kan Tangan Kini Hilang Hingga Terus Dicari Tim SAR

Gunung Sindur, Leuwiranji, Bogor, EDITOR.ID – Prangki (25 tahun) adalah pekerja proyek yang sedang memperbaiki secara berkala jembatan Leuwiranji, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Rumpin dengan Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pranki terpeleset dan jatuh ke Sungai Cisadane, Rumpin, Kabupaten Bogor pada Minggu malam, 1 Februari 2026, sekitar pukul 20.40 WIB.

Korban dilaporkan terjatuh saat sedang bekerja mengencangkan baut pada proyek pemeliharaan berkala jembatan tersebut.

Salah satu rekan Prangki yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Prangki sedang mengencangkan baut jembatan.

Jembatan ini memang sedang dalam masa perbaikan total oleh Dinas PUPR Kabupaten Bogor dengan penutupan akses jalan yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu.

Proyek ini sedang dalam tahap penggantian baut pengikat dan pemasangan balok girder beton.

Beberapa laporan menyebutkan adanya perbaikan menyeluruh yang melibatkan pihak penyedia jasa (kontraktor) yang diprediksi rampung akhir 2025/awal 2026.

Saat mengencangkan baut jembatan diduga Prangki tidak menggunakan alat keselamatan kerja.

Ketua RT di Gunung Sindur Irfan Suwanto, menginformasikan kejadian adanya seorang pekerja pekerjaan proyek renovasi jembatan disaksikan oleh sejumlah warga sekitar yang berada tak jauh dari jembatan.

“Dari keterangan warga, korban sedang mengencangkan baut, lalu terpeleset dan langsung jatuh ke sungai,” papar Irfan.

Ketua RT kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat. Tak lama berselang, tim gabungan dari SAR, TNI, Polri, BPBD, hingga Satpol PP berdatangan ke lokasi.

Kabar terjatuhnya pekerja proyek cepat menyebar membuat ramai warga berdatangan, area sekitar jembatan pun dipadati warga yang memantau proses penanganan pencarian sejak awal.

Bahkan warga yang menyaksikan sampai jam 24.00 warga masih ramai memadati jembatan yang sedang mau selesai direnovasi. Warga antusias karena keingintahuan bagaimana selanjutnya nasib korban.

Camat Gunungsindur, Muhammad Jamaludin, dijumpai dilokasi kejadian, mengklaim dirinya sudah melaporkan peristiwa ini ke Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

“Kejadian sekitar pukul 20.00 WIB. Pekerja yang mengalami musibah bernama Frangki, usia 25 tahun. Informasi sudah kami teruskan,” jelas Jamaludin.

Ketua Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumard di lokasi kejadian menyatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga.

“Kami mendapat laporan sekitar pukul 20.45 WIB. Lima personel sudah diterjunkan ke lokasi, lengkap dengan perahu dan peralatan rescue,” jelas Andi

Tim SAR dan BPDB Kabupaten Bogor: BPDB Kabupaten Bogor bersama tim SAR gabungan (TNI, Polri, dan relawan) segera melakukan pencarian sejak malam kejadian.

Hingga Senin, 2 Februari 2026, tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor, Tim SAR, dan relawan masih terus melakukan upaya pencarian dengan menyisir aliran Sungai Cisadane.

Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di Sungai Cisadane, terutama setelah korban sempat terlihat melambaikan tangan sebelum tenggelam. BPDB melaporkan pencarian berlanjut dengan perluasan radius karena kondisi air dan cuaca.

Hingga laporan dibuat (2 Februari 2026), tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. (*)

Leave a Reply