Settia

Jatim Dahsyattt. “Hanya” 152 Positif Corona, 50 Ribu Lebih Tenaga Medis Siaga

EDITOR.ID, Surabaya,- Kebijakan penanganan wabah virus Corona di Jawa Timur bisa menjadi contoh atau rujukan bagi daerah lain bagaimana Pemerintah daerah tanggap terhadap wabah ini. Sehingga penularan jumlah warga yang terinfeksi tidak bertambah.

Sejak wabah merebak hingga hari ini jumlah warga Jatim di 35 Kabupaten/ Kota yang terpapar Corona “hanya” 152 orang, tidak berubah dibanding sehari sebelumnya.

Langkah dan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadapi wabah Corona, patut diacungi jempol. Meski kondisi wilayah pandemi Coronanya tidak separah seperti di Jakarta, namun Propinsi ini menerapkan strategi sedia payung sebelum hujan. Sang Gubernur Khofifah Indar Parawansa sangat cerdas mempersiapkan diri.

Meski jumlah yang terkonfirmasi positif COVID-19 “hanya” 152 orang atau tidak berubah dibanding sehari sebelumnya, namun Jatim hebat. Propinsi ini sangat tanggap dengan wabah Corona sehingga telah mengerahkan lebih dari 50 ribu tenaga medis, diantaranya ada lebih dari 14.438 dokter dilibatkan. Mereka saat ini tersebar di 75 rumah sakit rujukan untuk penanganan COVID-19 yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jatim.

Dokter spesialis paru-paru yang siaga sebanyak 152 orang, dibantu dokter spesialis penyakit dalam sebanyak 200 orang lebih.

Para dokter tersebut dibantu oleh perawat yang berjumlah 33.377 orang, serta relawan tenaga kesehatan sebanyak 1.892 orang.

Meski Jatim boleh dikatakan sukses meredam jumlah warga baru yang tertular Covid-19, namun Gubernur Khofifah Indar Parawansa tidak mau cepat berpuas diri.

Khofifah justru lebih sigap dan waspada. Langkah Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini sangat cerdas. Ia menyiapkan rekrutmen sebanyak 470 dokter dan tenaga medis baru guna mempercepat penanganan pasien dan meminimalisir warga agar tidak terjangkiti virus Corona atau COVID-19.

Padahal belum lama ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah merekrut sebanyak 360 orang tenaga kesehatan, yang terdiri dari 72 dokter, 180 perawat, 32 analis medis, 32 radiographe, 16 apoteker, 16 asisten apoteker dan 12 sanitarian.

Tenaga baru ini disiapkan untuk menambah kekuatan dan pelayanan kesehatan bagi warga. Puluhan dokter dan tenaga medis disebar ke wilayah yang paling banyak jumlah warga terjangkit Corona untuk segera melayani dan merawat pasien.

Diharapkan dengan hadirnya dokter dan tenaga medis, kesulitan layanan kesehatan yang dialami masyarakat akibat membengkaknya jumlah warga yang positif Corona bisa tertangani secara cepat dan maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *