Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo atau Jokowi santer dikabarkan akan menahkodai Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai Super Tbk. Jika kabar ini benar maka PSI akan menjadi partai yang diperhitungkan pada Pemilu 2029. Pasalnya, kekuatan pengikut Jokowi di lapisan arus bawah masih sangat besar. Basis massa ini akan jadi modal kuat PSI merebut kursi di DPR.
Sumber di kalangan PSI mengungkapkan, saat ini partai sedang melobi dan merayu Jokowi untuk duduk di jabatan Ketua Dewan Pembina. Bergabungnya Jokowi sangat diharapkan oleh ribuan kader PSI di berbagai daerah karena Jokowi masih punya aura kuat dan magnet bagi rakyat.
Sementara itu Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep mengatakan sosok berinisial J siap menjadi Ketua Dewan Pembina PSI. Publik pun berspekulasi sosok J itu adalah Jokowi. Padahal bisa juga pendiri partai Jeffrie Geovani. Jadi sosok J ini masih misterius.
“Inisial sementara ya, yang berinisial J sudah berkenan untuk jadi Ketua Dewan Pembina,” kata Kaesang kepada wartawan di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Senin, 28 Juli 2025.
Saat ditanya apakah sosok berinisial J itu mengarah ke Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Kaesang enggan menjawab.
“Nanti dilihat saja, kalau enggak, nanti kurang penasaran,” tutur dia.
Sementara itu, Kaesang menuturkan, susunan struktur kepengurusan PSI termasuk Dewan Pembina akan diumumkan dalam waktu dekat.
“Untuk pos Dewan Pembina akan segera diumumkan, segera-segera. Insya Allah dalam waktu satu bulan ini, full dari Dewan Pembina, DPP, maupun Dewan Pakar, semuanya nanti akan kami umumkan dalam waktu kurang dari satu bulannya,” jelas Kaesang.
Sebelumnya diberitakan, Kaesang Pangarep kembali terpilih menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Putra bungsu Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi) itu menang telak dibandingkan kedua caketum lainnya. Suami Erina Gudono itu memperoleh suara 65,28 persen dari total 157,579 pemilih.
Sementara posisi kedua ialah Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron dengan perolehan suara 22,23 persen dan posisi terakhir Agus Mulyono Herlambang dengan 12,49 persen.
Kaesang dalam pidatonya berjanji akan membuat PSI menjadi partai yang besar dan lolos ke Senayan pada 2029.
“Mungkin orang menganggap kita masih gajah yang kecil, tapi gajah yang kecil itu tetap besar. Jadi lihat nanti, 2029 kita akan menjadi partai yang besar,” kata Kaesang.
Jokowi Dukung PSI Tapi Kenapa Enggan Bergabung?
Joko Widodo pada akhir pekan lalu menyatakan dia akan mendukung penuh Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sebuah pernyataan paling tegas Jokowi soal apa kendaraan politiknya usai tidak lagi menjabat presiden Indonesia.
Para pengamat mengatakan bahwa publik akan mencermati apakah kehadiran Jokowi bisa mendongkrak popularitas PSI pada pemilu 2029 setelah terpuruk dalam dua pemilu terakhir.
Pengamat: Jokowi Adalah Patron PSI
Pengamat mengatakan bahwa dukungan yang bisa diberikan Jokowi kepada PSI adalah hadir menjadi patron atau figur sentral bagi partai yang kebanyakan diisi anak-anak muda tersebut. Jokowi seperti Susilo Bambang Yudhoyono di Partai Demokrat. Jokowi adalah figur pemimpin yang diikuti dan dipatuhi oleh kader PSI.
“Secara tidak langsung Jokowi akan menjadi patron. Selama ini kelemahan PSI adalah mereka tidak memiliki patron yang cukup kuat,” kata Ambang Priyonggo, Asisten Profesor Komunikasi Politik di Departemen Jurnalisme Digital Universitas Multimedia Nusantara, sebagaimana dilansir dari CNA Indonesia.
“Jokowi bisa memberikan pengaruh ke publik, sehingga dia akan mendukung di balik layar.”
Namun peran Jokowi masih dipertanyakan karena dia tidak secara resmi menjabat di kepemimpinan PSI. Para pengamat menduga, Jokowi tengah mengincar bergabung dengan partai lain yang lebih besar.
Jokowi; Saya Full Dukung PSI
Seluruh mata kini tertuju pada Jokowi yang berbicara pada Kongres PSI di Solo Sabtu lalu (19/7), di mana putranya, Kaesang Pangarep, terpilih kembali menjadi ketua partai.
“Saya akan full mendukung PSI … saya akan bekerja keras untuk PSI,” kata Jokowi.
Jokowi dalam pidatonya tersebut juga memerintahkan agar PSI mulai menyelesaikan struktur partai sebagai mesin penggerak demi mengerti aspirasi masyarakat di seluruh Indonesia.
“(Jika) Targetnya 2029 masuk ke Senayan (menjadi anggota parlemen), saya kira itu jangan dijadikan target. Karena memang itu harus. Terlalu kecil kalau target kita hanya ingin masuk Senayan,” ujar Jokowi.
Ketika keesokan harinya ditanya wartawan mengenai apa dukungan yang bisa diberikannya kepada PSI, Jokowi tidak menjelaskannya secara gamblang. Dia hanya mengatakan akan “mendukung penuh”.
Jokowi Bisa Naikkan Reputasi PSI
Agung Baskoro, pengamat politik dari lembaga Trias Politika Strategis, yang mengatakan hubungan Jokowi dan PSI saling menguntungkan.
“PSI butuh figur seperti Jokowi. Sementara Jokowi butuh kendaraan (politik) sebagai perisai dari serangan-serangan politik terhadap dirinya dan keluarganya, termasuk melindungi legasi dan pengaruhnya,” kata Agung.
Analis komunikasi politik sekaligus founder lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio mengatakan Jokowi memiliki tugas besar untuk menaikkan reputasi PSI sehingga dia akan “all out”. Pasalnya, kebangkitan PSI juga akan mendongkrak pamornya lagi.
“Kalau PSI runtuh, beban malunya ada pada Jokowi. PSI ingin melimpahkan beban berat ini (meningkatkan suara) kepada keluarga Jokowi,” kata Hendri kepada CNA.
Pesan Jokowi Buat PSI
Dalam sambutannya pada puncak perayaan HUT ke-8 PSI, di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Selasa, Presiden Jokowi berpesan kepada kader-kader partai untuk mencari diferensiasi yang membedakan dengan partai-partai yang lain.
“Jangan mengikuti mereka. Isunya jangan ngikuti mereka. Jangan menjadi ‘follower’, tapi harus menjadi trensetternya,” kata Presiden Jokowi pula.
Menurut Presiden, PSI harus memanfaatkan peluang masyarakat muda yang akan menjadi pemilih dalam Pemilu 2024. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, hampir 60 persen dari total penduduk Indonesia berusia 17-39 tahun.
Artinya, kesempatan untuk mengambil suara dari anak muda sangat besar. Oleh karenanya, Presiden berpesan peluang itu harus disasar oleh PSI.
“Dan pasar segmen sebesar itu, itulah yang memang harus disasar dan didapatkan oleh PSI. Dan menurut saya, sangat cocok sekali dengan PSI,” kata Presiden lagi.
Presiden pun memberikan strategi kepada Ketua Umum PSI Giring Ganesha untuk menyasar pemilih usia muda dengan mengangkat isu-isu yang disukai mereka.
Kepala Negara juga bercerita pengalamannya saat mendulang suara anak muda saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2012 silam.
“Saat itu, saya ingat menyiapkan dengan Pak Ahok itu baju kotak-kotak. Enggak ada yang berani membuat tren seperti itu. Itu ada risikonya. Risikonya bisa kalah kalau keliru, tapi ternyata disambut oleh masyarakat, utamanya masyarakat muda,” kata Jokowi pula. (*)












