Ismi Rohimaningsih, Istri Diplomat, Penggiat Sosial dan Sosok Women To Women

Dalam perbincangan santai dengan jurnalis senior yang juga Ketua Dewan Redaksi EDITOR.ID Asri Hadi, Ismi Rohimaningsih mengaku ingin memperjuangkan ekonomi kaum perempuan atau Women to Women. Ia senantiasa memperhatikan nasib kaum perempuan.

Ketua Dewan Redaksi EDITOR.ID Asri Hadi bersama Ismi Rohimaningsih dan suaminya Andy Rachmianto

Jakarta, EDITOR.ID,- Ismi Rohimaningsih adalah sosok penggiat sosial yang senantiasa ingin mengangkat derajat kaum perempuan. Ia adalah istri dari sosok penting dibalik Protokol Kenegaraan dan Konsuler. Suaminya adalah Andy Rachmianto, Dirjen Protokol dan Konsuler di Kementerian Luar Negeri dan Kepala Protokol Negara (KPN).

Ada hal yang fenomenal pada diri Ismi. Ditengah padatnya kegiatan sebagai istri Dirjen Kemenlu, Ismi sangat aktif melakukan aksi sosial. Salah satunya mempromosikan produk kain khas tradisional yang dihasilkan para perajin di daerah.

Ismi tahu betul bahwa pembuatan kain tenun, kain batik atau kain tradisional selama ini dilakukan kaum perempuan. Dan fenomenanya, kehidupan mereka selama ini juga masih kurang sejahtera terutama kaum perempuan di daerah pantura. Melihat kondisi ini Ismi bertekad mempromosikan produk kerajinan kain mereka ke kolega dan setiap kesempatan acara kenegaraan dibantu suaminya.

Dalam perbincangan santai dengan jurnalis senior yang juga Ketua Dewan Redaksi EDITOR.ID, Ismi Rohimaningsih mengaku ingin memperjuangkan ekonomi kaum perempuan atau Women to Women. Ia senantiasa memperhatikan nasib kaum perempuan.

Sebagai istri diplomat, apa yang dilakukan Ismi sangat mendukung karir dan tugas suaminya yang selalu berhubungan dengan pengabdian kepada rakyat dan bangsa.

Ketika ditanya jurnalis Asri Hadi apa yang melatarbelakangi Ismi tergerak hatinya melakukan aksi sosial, Ismi mengaku, aksi sosial ini bagian dari pengabdian dan ungkapan terima kasihnya kepada Tuhan yang telah memberinya keberkahan dan kesehatan di keluarganya.

Mantan Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI Amman ini tak hanya dikenal sebagai pecinta Wastra Nusantara atau kain tradisional, Ismi bersama teman-temannya juga menggagas Gerakan Etalase Nasi Gratis (GENG). Gerakan ini membagian ribuan nasi gratis disaat badai Covid-19 menerpa Indonesia. Banyak orang mengalami kesulitan saat itu.

Ismi terketuk hatinya untuk membantu mereka. Darisanalah gerakan Ismi banyak didukung para donatur. Ismi membuka Etalase Nasi Gratis di 17 lokasi dan telah menyebarkan 2.810 nasi bungkus.

Ismi

Ismi banyak mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Banyak yang memberikan sumbangan kepada gerakan Ismi dan teman-temannya.

“Ini gerakan, maka saya punya teman-teman yang ingin ikut berpartisipasi, saya menerima dan menyalurkan,

Disaat pandemi Covid-19, di jam-jam tertentu etalase nasi gratis dibuka dan masyarakat tinggal mengambil nasi untuk makan.

“Disaat pandemi mereka susah cari makan, mereka butuh bantuan, ada ojol ada tukang sapu, sekuriti,” kata Ismi.

Tak hanya membuka etalase Nasi Gratis, Ismi juga mendapat permintaan dari temennya untuk memberikan bantuan layanan makan bagi para dokter yang berjibaku melayani pasien Covid.

Karena harus menggunakan alat perlindungan saat itu para dokter yang melayani pasien Covid saat itu tidak bisa mudah keluar rumah sakit. Sehingga mereka terkadang tak sempat untuk makan siang dan makan malam. Ismi tergerak untuk mengirim makanan kepada para pahlawan Covid-19 yang selama ini tak terjangkau bantuan pemerintah.

“Karena mengenakan APD para dokter itu sulit keluar masuk ruangan di rumah sakit, maka kami berinisiatif mengirim makanan kepada para dokter itu,” papar Ismi.

Ismi juga tergerak hatinya memperhatikan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Ia mengunjungi Panti Sosial ODGJ di Cipayung. Disana Ismi bertemu dengan 1.500 ODGJ. Tanpa canggung Ismi berbaur dengan mereka.

Ismi juga menginisiasi Gerakan 1000 Cinta untuk Papua, yang menjadi bagian dari kontribusinya pada isu kemanusiaan.

Buku My Journey Book: Indonesia & Jordan Beauties, yang menggambarkan peran wastra dalam diplomasi budaya.

Ditengah kesibukannya, Ismi juga penulis buku My Journey Book: Indonesia & Jordan Beauties, yang menggambarkan peran wastra dalam diplomasi budaya.

Ismi dan suaminya dikenal kompak dan saling melengkapi. Di banyak forum diplomatik dan kultural, kehadiran mereka selalu menjadi simbol pasangan diplomat yang memadukan profesionalisme, empati sosial, dan kecintaan pada budaya Indonesia. (*)

Leave a Reply