Tehran, EDITOR.ID – 4 Maret 2026, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dan media internasional melaporkan keberhasilan penembakan jatuh atau penyitaan drone Hermes 900 milik Israel dalam kondisi utuh. Sejumlah media internasional dan lokal telah melaporkan kejadian ini seperti dikutip dari Mayadeen (melaporkan penyitaan drone utuh), Al-Manar TV (menyebutkan penangkapan drone sebelum serangan) maupun Global Defense Corp.
Melalui pernyataan resminya (divisi hubungan masyarakat) IRGC menyatakan: “Drone Hermes 900 milik ‘rezim Zionis’ berhasil ditangkap dalam keadaan utuh dan masih dipersenjatai lengkap menggunakan sistem pertahanan udara baru milik Iran” ungkap sejumlah media.
IRGC telah mengklaim dan merilis laporan mengenai jatuhnya pesawat tak berawak (UAV) Hermes-900 milik Israel.
Drone tersebut di intersepsi sebelum sempat melakukan misi penyerangan atau ofensif mengingatkan ditemukan rudal berisi bom padat yang masih dalam keadaan utuh setelah berhasil ditembak jatuh sebelum sempat menyerang targetnya (peluncur rudal/fasilitas militer).
Insiden dilaporkan terjadi sekitar awal Maret 2026 (laporan awal menyebutkan sekitar 28 Februari – 3 Maret 2026) di wilayah Iran.
Diketahui drone ini menggunakan sistem pertahanan udara baru yang canggih, sebelum drone tersebut sempat menyelesaikan misi ofensifnya.
IRGC menyatakan drone Hermes-900 disita dalam kondisi “intact” (utuh/tidak hancur total) dipersenjatai lengkap adanya bom Mikholit, dan saat ini sedang diperiksa oleh ahli kedirgantaraan Iran.
Drone saat ini berada di tangan para ahli dan insinyur kedirgantaraan IRGC untuk diperiksa oleh para ahli dan insinyur, secara teknis untuk dianalisis, dan dipelajari sistemnya.
IRGC menegaskan aksi ini adalah bagian dari operasi pertahanan udara dan peringatan bahwa setiap serangan terhadap kedaulatan Iran tidak akan dibiarkan tanpa jawaban.
Hingga saat ini, IRGC belum lagi merilis hasil spesifik dari analisis teknis atau rincian teknologi yang berhasil direkayasa balik (reverse engineering).
Namun, penguasaan utuh atas drone canggih seperti Hermes 900 (yang dilengkapi sensor elektronik, kamera inframerah, dan rudal terpandu) dianggap sebagai pencapaian intelijen dan militer yang signifikan bagi Iran.
Penjelasan dari Pihak Israel
Meskipun Iran mengklaim menangkapnya secara utuh, beberapa laporan menyebutkan pihak militer Israel mengakui kehilangan drone di wilayah tersebut.
Dalam insiden serupa sebelumnya, militer Israel (IDF) seringkali menegaskan bahwa tidak ada risiko kebocoran informasi strategis dari drone yang jatuh atau hilang.
Iran secara rutin memeriksa drone yang berhasil dijatuhkan (seperti seri Hermes atau MQ-9 Reaper) untuk dipelajari guna meningkatkan kemampuan pertahanan udara dan pengembangan drone dalam negeri mereka sendiri.
Meskipun Iran mengklaim ini sebagai bagian dari respons terhadap serangan Israel, laporan mengenai konfirmasi resmi dari pihak militer Israel (IDF) terkait kondisi utuh drone tersebut masih bervariasi, dengan laporan seringkali fokus pada konfirmasi bahwa UAV memang jatuh. (*)












