Settia

Ibu Hamil PDP Corona Meninggal Curhat di FB, Walikota Buka Suara

Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution. Foto : FB Irsan Efendi Nasution.

EDITOR.ID, PadangSidimpuan,- Seorang perempuan hamil pasien PDP corona sempat mengadu di media sosial Facebook. Ia akhirnya meninggal dunia, Sabtu (4/4/2020) pagi. Menanggapi curhatan ibu hamil tersebut yang menyebut-nyebut nama Walikota, membuat Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Effendi Nasution akhirnya angkat bicara.

Pasien bernama Erni yang tengah hamil itu sempat mengunggah status lewat akun pribadinya di Facebook dan menyebut pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan tempat dia dirawat sangat buruk.

Namun, Wali Kota Padangsidimpuan langsung memberikan klarifikasi terkait hal itu.

“Bisa kami pertanggungjawabkan semua, pelayanan sudah kami lakukan yang terbaik, kami punya foto dokumentasi, punya video dan apa yang menjadi kewajiban rumah sakit,” bantah Irsan Effendi Nasution saat dihubungi, Sabtu (4/4/2020).

Dijelaskan Irsan, tenaga medis mereka ada di ruang isolasi. “Perawat 16 belas, dokternya saya tidak tahu di dalam itu, hanya mengurusi dia, coba bayangkan. Hanya mengurusi dia sendiri kami punya tim di atas 20 orang perawat dan dokter, saya bukan mau membela rumah sakit,” ungkapnya.

Soal nasi yang dinilai tak layak yang dimakan si pasien, Irsan menyebut itu adalah pemintaan pasien. Termasuk juga soal air yang disebut E tidak ada, Irsan mengatakan ada dispender yang tersedia di lokasi.

Irsan mengatakan harus sampaikan terima kasih kepada timnya di dalam rumah sakit. “Saya pikir mereka sudah mempertaruhkan nyawa dan keselamatan mereka untuk membela pasien kita ini, walaupun mereka harus menerima bully seperti ini,” jelasnya.

Sebelumnya lewat akun Faceboknya, Jumat (4/4/2020), E menyebut bagaimana dirinya tidak mendapatkan pelayanan yang terbaik selama diisolasi. Sebelum live, dia juga menuliskan status ingin segera dirujuk ke Medan.

“Untuk bapak Wali Kota Padangsidimpuan tercinta, Bapak Irsan tolonglah pak, kasikan kesempatan saya dirujuk ke Medan di rumah sakit yang lebih layak lagi, daripada Rumah Sakit Uum Kota Padangsidimpuan ini.

Kasian kandungan saya, fasilitas disini juga kurang memadai. Kalau saya tahankan lama-lama disini yang ada saya cepat-cepat mati konyol ????????. Saya hanya ingin yangterbaik untuk kesehatan dan kandungan saya. Sesak saya semakin parah di sini pak. Tolong perbantukan rujukan saya. Terimakasih,” tulisnya.

Kemudian dia mengunggah video bagaimana kondisi ruangan dan dia kesulitan mendapatkan pelayanan.

“Dada saya sudah sesak, manggil-manggil perawat saja mau minta minum 2 jam baru datang, disuruh makan, tapi nasinya saja masih layak dibilang beras mentah, apa itu yang pantas dimakan oleh seorang pasien?,” tulisnya lagi sebagaimana dilansir dari jpnn.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *