Bandung, Jawa Barat, EDITOR.ID,- Program Presiden Prabowo Subianto untuk memberi makan gratis buat jutaan anak-anak sekolah, sangat baik dan patut didukung. Sayang dalam pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sering muncul hal-hal aneh yang bikin publik geleng-geleng. Mulai dari hanya kelompok pemilik modal besar yang bisa mengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga joget pemilik dapur “pamer” hasil keuntungan mengelola MBG.
Kini hal aneh soal pengelolaan MBG kembali muncul. Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan dengan video yang memperlihatkan deretan puluhan ribu sepeda motor listrik dengan stiker Badan Gizi Nasional (BGN) berada di sebuah gudang besar.
Dalam video tersebut, terlihat deretan motor listrik bergaya trail yang masih terbungkus plastik rapi. Sebagian unit bahkan tampak sudah dimuat ke atas truk pengangkut yang siap didistribusikan.
Si perekam video menyebut jumlah motor itu ada 70.000 unit dan dibeli dari duit APBN untuk jatah khusus operasional dapur SPPG di wilayah Jawa Barat saja. Lantas bagaimana dengan wilayah lain?
“Ini yang saya spill semua motor ada 70 ribu motor untuk wilayah Provinsi Jawa Barat doang, nah kira-kira semua karyawannya atau kepala dapur SPPG-nya saya kurang paham, saya nggak berani nyebarin berita hoax, tapi yang jelas ini untuk Provinsi Jawa Barat doang, ada 70 ribu unit motor,” sebut si pembuat konten tersebut dalam rekaman yang tersebar luas.
Dalam video tampak momen ketika belasan motor itu diangkut di atas truk. Motor itu ditempeli stiker bertulis ‘Badan Gizi Nasional Republik Indonesia’.
Terbongkarnya puluhan ribu motor untuk dapur SPPG tersebut memicu kontroversi di kalangan publik. Netizen menyoroti pengadaan motor yang mencapai puluhan ribu hanya untuk dapur MBG di tengah upaya pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran dan efektivitas penggunaan kendaraan listrik untuk program sosial skala nasional.
Kemunculan ribuan motor baru ini dianggap kontradiktif oleh sebagian masyarakat. Banyak yang mempertanyakan urgensi pengadaan tersebut di kolom komentar.
“Ini yang disebut efisiensi anggaran?” tulis salah satu netizen dengan nada menyindir.
“Bisa-bisanya menghabiskan APBN untuk hal seperti ini, padahal banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak,” timpal yang lain.
Spekulasi pun berkembang liar, mulai dari dugaan pemborosan hingga pertanyaan mengenai skema perawatan kendaraan listrik tersebut di masa depan.
Klarifikasi Kepala Badan Gizi Nasional
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, akhirnya buka suara. Ia membenarkan adanya pengadaan motor tersebut namun meluruskan beberapa poin krusial yang salah ditangkap oleh publik.
Dadan menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik untuk operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memang sudah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan dalam siaran pers resminya, Selasa (7/4/2026).
Mengenai keberadaan motor yang masih di gudang, Dadan menjelaskan bahwa unit-unit tersebut belum dibagikan karena harus melewati prosedur birokrasi yang ketat. Sebagai aset negara, setiap unit harus tercatat secara sah sebelum dioperasikan.
“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan,” tambahnya.
Terkait klaim viral yang menyebut angka 70.000 unit, Dadan dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.
“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari total 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” tegas Dadan. Jumlah ini pun diperuntukkan bagi operasional di berbagai wilayah, bukan hanya menumpuk di Jawa Barat.
Dadan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar di media sosial.
BGN Klaim Motor itu Murah Hanya Rp 42 Juta
Dadan Hindayana mengungkap harga per unit motor listrik yang diperuntukkan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dia menyebut motor itu seharga Rp 42 juta.
“Harga pasaran Rp 52 juta, tapi kita beli kalau nggak salah Rp 42 juta, di bawah harga pasaran,” kata Dadan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Dadan menegaskan tidak akan ada lagi anggaran untuk pembelian motor listrik pada 2026. Menurutnya, motor listrik akan disalurkan ke dapur MBG di daerah sulit.
“Iya akan kita distribusikan nanti untuk operasional seluruh orang yang ada di SPPG, terutama untuk di daerah-daerah yang sulit,” ujar Dadan.
Spesifikasi Lengkap dan Harga Motor
Berdasarkan tampilan visual dalam video yang beredar, motor listrik tersebut identik dengan merek Emmo model JVX GT. Motor ini memang dirancang sebagai motor dual-purpose yang tangguh.
Ketangguhan dan Performa Mesin
Emmo JVX GT tidak bisa dipandang sebelah mata. Motor ini dibekali penggerak listrik bertenaga hingga 7.000 W. Dengan tenaga sebesar itu, motor ini sangat membantu saat harus melewati tanjakan terjal atau membawa perlengkapan tambahan saat meninjau dapur umum SPPG.
Konstruksi rangkanya pun dibuat kokoh untuk menghadapi jalur offroad tanpa mengurangi kenyamanan saat dipacu di jalan raya.
Teknologi Baterai dan Pengisian Daya
Untuk mendukung mobilitas jarak jauh, motor ini menggunakan baterai berkapasitas 72v 31Ah. Salah satu fitur unggulannya adalah sistem baterai yang dapat dilepas (removable), sehingga pengguna bisa mengisi daya di dalam ruangan tanpa harus membawa motor mendekati sumber listrik. Selain itu, motor ini mendukung penggunaan dua baterai sekaligus untuk memperpanjang jarak tempuh. ***












