Aceh Gampong Gunong Cut. EDITOR.ID. Pascabanjir bandang yang melanda wilayah Gampong Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya pada akhir November 2025, muncul fenomena gelembung gas di permukaan tanah dan pinggir sungai yang terdeteksi pada awal Januari 2026.
Gelembung gas ditemukan di sedikitnya 5 titik di sepanjang pinggir Sungai Gunong Cut dan area bekas endapan lumpur banjir.
Gas tersebut bersifat mudah terbakar oleh warga setempat melaporkan bahwa gelembung tersebut menyala api berwarna biru bila disulut dengan pemantik korek api, dan apinya dapat membesar di atas permukaan tanah yang berlumpur.
Fenomena ini diduga berasal dari pelepasan gas metana dangkal (biogas) yang terbentuk dari gangguan endapan organik di dasar sungai dan tanah aluvial akibat terjangan banjir bandang.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui dinas terkait telah menurunkan tim untuk mengidentifikasi jenis dan sumber gas tersebut.
Pihak Polsek Darul Makmur telah memasang garis polisi (police line) di lokasi temuan untuk mencegah warga menyalakan api di sekitar titik gas guna menghindari risiko kebakaran atau ledakan yang lebih besar.
Fenomena ini mirip dengan “gas bumi menyala” atau “fire puddle” di mana gas yang mudah terbakar (seperti metana) merembes dari bawah tanah dan menyala karena percikan atau sumber panas kecil, seringkali di area yang kaya bahan organik seperti lahan gambut atau bekas banjir. (*)










