Jakarta, EDITOR.ID,- Pergerakan bisnis pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal dengan Haji Isam, kian meluas ke berbagai sektor. Kali ini, jagat pasar modal Indonesia dihebohkan dengan rumor bahwa Haji Isam tengah memborong saham dan berencana mengambil alih saham mayoritas milik konglomerat nomor satu di Indonesia, Dato’ Low Tuck Kwong, di PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Rumor Akuisisi yang Menghebohkan
Pemilik PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) ini dikabarkan akan mengambil alih 62,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Dato’ Low Tuck Kwong. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa harga akuisisi untuk kepemilikan tersebut mencapai sekitar US$5,5 miliar.
Rumor ini langsung memicu reaksi di media sosial dan sempat membuat para investor pasar modal geger. Dampaknya pun nyata: isu tersebut memicu lonjakan harga saham BYAN serta sejumlah saham afiliasi Jhonlin Group lainnya.
Namun, hingga saat ini, konfirmasi resmi dari korporasi masih dinanti. Manajemen PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), salah satu perusahaan di bawah naungan Jhonlin Group, belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar akuisisi tersebut.
Isu ini semakin menguat setelah adanya pertemuan antara Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Perlu diketahui, Norman merupakan pendiri sekaligus chairman dari Republikorp, perusahaan swasta Indonesia yang bergerak di bidang industri pertahanan strategis dan teknologi militer.
Siapa Haji Isam?
Haji Isam dikenal sebagai pengusaha dengan rekam jejak panjang di industri pertambangan, khususnya batu bara. Langkah bisnisnya bermula melalui Jhonlin Baratama, perusahaan yang awalnya berfokus sebagai kontraktor pertambangan batu bara.
Seiring berjalannya waktu, Jhonlin Group terus berekspansi ke berbagai sektor, mulai dari logistik, pelayaran, perkebunan kelapa sawit, biodiesel, hingga industri berbasis mineral. Diversifikasi ini dilakukan agar portofolio bisnis grup tidak lagi hanya bergantung pada satu komoditas saja.
Langkah ekspansi ke sektor mineral semakin terlihat pada Mei 2026, ketika Haji Isam membeli sekitar 21,11% saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), sebuah perusahaan yang bergerak di sektor nikel, dengan nilai transaksi sekitar Rp936,65 miliar.
Mengintip Kekuatan di Balik Rumor Akuisisi
Jika rumor akuisisi ini benar adanya, Haji Isam berpotensi mengukuhkan posisinya sebagai orang terkaya di Indonesia. Hal ini dikarenakan BYAN dikenal menguasai salah satu lahan pertambangan batu bara terbesar di Kalimantan.
Berdasarkan data komposisi pemegang saham BYAN saat ini, kepemilikan Low Tuck Kwong tercatat sebesar 40,25% dan putrinya, Elaine Low, sebesar 22%. Jika ditotal, kepemilikan saham keluarga Low mencapai 62,25%.
Namun, tantangan finansial untuk akuisisi ini cukup besar jika melihat kapitalisasi pasar. Saat ini, kapitalisasi pasar BYAN mencapai sekitar Rp480 triliun. Sebagai perbandingan, total kapitalisasi pasar dari emiten-emiten Haji Isam di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini masih berada di angka yang lebih rendah.
Kekayaan Perusahaan Milik Haji Isam
Berikut adalah gambaran kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan milik Haji Isam:
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN): Rp43,89 triliun
PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR): Rp18,55 triliun
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK): Rp10,09 triliun
PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE): Rp1,76 triliun
Dengan demikian, total kapitalisasi pasar dari keempat emiten tersebut adalah Rp74,29 triliun, atau hanya sekitar 15,5% dari kapitalisasi pasar BYAN.
Selain perusahaan-perusahaan di atas, keluarga Haji Isam juga memiliki keterkaitan dengan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), di mana 15% sahamnya dimiliki oleh anak Haji Isam, Liana Saputri.
Publik kini masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kabar akuisisi ini. Apakah langkah ini akan benar-benar terealisasi dan mengubah peta persaingan orang terkaya di Indonesia? Hanya waktu yang bisa menjawab. ***












