Jakarta, EDITOR.ID,- Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon mendorong revitalisasi dan pemugaran situs bersejarah di Banten agar tak terkubur waktu. Di Banten banyak warisan sejarah Sultan Agung menghadapi masuknya tentara Belanda ke Jawa. Diantaranya hadirnya, Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Benteng Speelwijk sebagai jejak sejarah prajurit Mataram di Banten.
Fadli menegaskan, kawasan Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Benteng Speelwijk harus segera direvitalisasi agar tak terkubur waktu. “Kita perlu gambar denah untuk proses pemugaran. Nanti bisa bekerja sama mencari dokumen lama dari Eropa,” ujarnya.
Hal ini disampaikan Fadli Zon saat menerima kunjungan para seniman dan jajaran Pemerintah Kota Serang dalam sebuah pertemuan penting yang digelar di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat, Senin (7/7/2025).
Pertemuan ini membahas penguatan potensi budaya Banten dan rencana pemugaran situs-situs bersejarah.
Fadli Zon, menyampaikan komitmennya terhadap pelestarian budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Budaya adalah fondasi pembangunan daerah,” tegas Fadli Zon.
Fokus utama pembahasan adalah penguatan potensi budaya Banten, termasuk rencana besar pemugaran tiga situs bersejarah: Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Benteng Speelwijk.
Menurut Fadli, ketiga situs tersebut harus segera direvitalisasi agar tidak hilang ditelan zaman.
Ia menyebut perlunya peta denah arkeologis untuk mendukung proses pemugaran dan menyarankan kerja sama lintas negara guna memperoleh dokumen sejarah dari Eropa.
“Kita perlu gambar denah untuk proses pemugaran. Nanti bisa bekerja sama mencari dokumen lama dari Eropa,” ujarnya.
Fadli optimis ketiga situs sejarah itu bisa menjadi ikon budaya Indonesia setara Borobudur dan Prambanan. “Dulu Borobudur sempat tertanam dan berantakan, tapi bisa direvitalisasi,” katanya.
Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia, juga menyampaikan apresiasi. Ia menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah. “Kami ingin memfasilitasi budayawan agar potensi mereka berkembang,” ucapnya.
Pertemuan diakhiri komitmen menjaga ekosistem budaya dan mendorong kolaborasi berkelanjutan. “Budaya harus jadi pijakan utama pembangunan,” tutup Fadli.
Kunjungan ini juga berkaitan dengan agenda Hari Jadi ke-18 Kota Serang. Salah satu agendanya, pemerintah Kota akan menggelar rangkaian acara seni bertema “Pepetan Wewe”, tradisi hiburan khas Banten dengan boneka raksasa menyerupai ondel-ondel.
Dalam tradisi lokal, “pepetan” berarti ciptaan, sementara “wewe” merujuk pada sosok mistis seperti setan atau jin.
Rangkaian acara akan meliputi pameran UMKM, Fun Run, pawai budaya tematik, Serang Fair, ziarah dan tabur bunga, hingga puncaknya pada Kongres Kebudayaan Kota Serang yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus 2025. (*)












