Ekonomi Sedang Tak Baik-Baik Saja, Prabowo Buka Opsi Potong Gaji Menteri-DPR

Selanjutnya, pemerintah Pakistan menghentikan semua agenda kunjungan ke luar negeri, mengurangi anggaran untuk acara pesta, dan pembelajaran untuk pendidikan tinggi dilakukan secara daring. Kemudian, sekolah di Pakistan berhenti untuk dua minggu menjelang Lebaran.

Ekonomi Sedang Tak Baik-Baik Saja, Prabowo Buka Opsi Potong Gaji Menteri-DPR

Jakarta, EDITOR.ID,- Ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja akibat tekanan ekonomi global dan lonjakan harga energi. Presiden Prabowo Subianto membuka wacana untuk mengambil langkah strategis yakni penghematan meniru pola sejumlah negara. Diantaranya memotong gaji para menterinya dan DPR.

Prabowo pun mencontohkan bagaimana Pakistan menerapkan langkah penghematan besar-besaran anggaran maupun penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Pakistan juga melakukan pemotongan gaji menteri dalam menghadapi tekanan ekonomi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” jelas Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Prabowo mengungkapkan pemerintah Pakistan sudah menganggap eskalasi di Timur Tengah sebagai situasi kritis atau ‘critical measures’ seperti Covid-19. Salah satunya, dengan menerapkan kebijakan 50 persen work from home (WFH) atau bekerja dari rumah untuk semua kantor pemerintah maupun swasta serta pemotongan hari kerja menjadi empat hari.

Selain itu, Pakistan memangkas gaji anggota DPR sebesar 25 persen. Bahkan, anggota kabinetnya tidak diberikan gaji.

“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” tutur Prabowo.

Pemerintah Pakistan juga mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), membatasi penggunaan kendaraan dinas hingga 60 persen untuk semua kementerian/lembaga. Mereka juga mewajibkan 60 persen kendaraan pemerintah tidak digunakan pada setiap saat.

Penggunaan pendingin ruangan di kantor-kantor pemerintah juga dibatasi.

Tidak hanya itu, pemerintah Pakistan juga menghentikan pembelian kendaraan baru serta pengadaan berbagai peralatan di seluruh lembaga pemerintah untuk sementara waktu.

“Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan,” kata dia.

Selanjutnya, pemerintah Pakistan menghentikan semua agenda kunjungan ke luar negeri, mengurangi anggaran untuk acara pesta, dan pembelajaran untuk pendidikan tinggi dilakukan secara daring. Kemudian, sekolah di Pakistan berhenti untuk dua minggu menjelang Lebaran.

“Mereka hentikan semua kunjungan ke luar negeri, kemudian mereka kurangi, tidak boleh menggunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta dan sebagainya,” ujar Prabowo.

Prabowo menyebut upaya penghematan yang dilakukan pemerintah Pakistan dapat menjadi contoh dalam menghadapi eskalasi di Timur Tengah. Dia meminta jajaran menterinya mengkaji opsi-opsi penghematan tersebut.

“Ini hanya contoh ya, ini contoh. Maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini ya kan. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan,” jelas Prabowo.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Pakistan dalam mengurangi beban pengeluaran negara.

Dana hasil penghematan tersebut kemudian dialihkan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap dampak krisis ekonomi.

Pembatasan Kendaraan Dinas dan BBM

Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan penghematan di Pakistan tidak hanya menyasar gaji pejabat negara. Pemerintah negara tersebut juga melakukan pengurangan besar-besaran terhadap berbagai pengeluaran operasional kementerian.

Kampus Daring hingga Kerja Empat Hari

Langkah penghematan juga diterapkan melalui pengaturan aktivitas pendidikan dan ketenagakerjaan.

Prabowo menyebut sejumlah kampus di Pakistan mengalihkan perkuliahan dari sistem tatap muka menjadi pembelajaran daring guna mengurangi konsumsi energi.

Sekolah-sekolah bahkan diliburkan selama dua pekan yang bertepatan dengan momentum Idul Fitri. Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah meminta sebagian pegawai untuk bekerja dari rumah.

Baik pegawai pemerintah maupun sektor swasta diminta menerapkan sistem kerja jarak jauh. “50 persen bekerja dari rumah, kemudian hari kerja mereka potong hanya menjadi empat hari,” tutur Prabowo.

Bisa Jadi Referensi Indonesia

Prabowo menilai berbagai kebijakan penghematan yang diterapkan Pakistan dapat menjadi bahan kajian bagi pemerintah Indonesia dalam menghadapi tekanan ekonomi global.

Menurutnya, pemerintah harus menjaga disiplin fiskal dengan menekan konsumsi serta mengendalikan defisit anggaran negara.

Ia optimistis dalam beberapa tahun ke depan kondisi ekonomi Indonesia akan semakin kuat, namun tetap harus diiringi dengan langkah penghematan.

“Saya percaya dua tiga tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa kita defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit,” tegas Prabowo. ***

Leave a Reply