Jakarta, EDITOR.ID,- Beredar isu santer Eggi Sudjana menerima uang Rp100 miliar usai bertemu dan berdamai dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah. Isu tersebut langsung diluruskan dan dibantah pengacara Eggi Sudjana, Elida Netty.
Elida menegaskan Eggi berinisiatif menemui Jokowi karena ingin masalahnya selesai. Ia ingin mengajukan restorative justice, usai Eggi ditetapkan tersangka oleh polisi dalam kasus tudingan ijazah palsu. Oleh sebab itu ia sowan ke Jokowi.
Menurut Eli, ia mempertemukan Eggi Sudjana dan Jokowi, karena Eggi tengah sakit kanker usus stadium empat. Menurutnya, tega sekali orang menuduh perdamaian itu karena uang.
“Harusnya mereka tabayun dulu sebagai orang Islam. Klarifikasi, kenapa kok nuduh bahwa kita mendapat uang Rp100 miliar, proyek, dan hal-hal yang sangat menyakitkan, padahal tidak ada apa-apa. Saya boleh dong ngomong demi Allah, demi Rasulullah, dengan agama saya, seribu perak pun tidak ada kami dapat apa-apa,” kata Eli kepada wartawan saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Jumat (16/1/2026).
Eli menegaskan kedatangannya untuk berdamai murni karena keinginan Eggi Sudjana. Setelah Eggi menyetujui bertemu Jokowi, Eli langsung menghubungi polisi di Solo untuk meminta pengamanan. Khawatir tidak diterima Jokowi.
Ternyata, kata Eli, Jokowi telah mempersiapkan kedatangan Eggi. Bahkan, memberikan menu makanan spesial. Eggi dan Damai nyaman saat bertemu dan menceritakan penyakit yang diderita Eggi.
“Yang gini lho Pak, ini anus saya disini ada darah keluar terus dipotong. Nah saya recovery. Oke gitu, kalau gitu Bapak kan orang berkuasa, kasih dong, tutup dong semua ini, tersangka saya. Langsung inggih, itulah jawaban Bapak itu dengan lemah-lembut,” cerita Eli.
Setelah mau pulang pun, Jokowi disebut menanyakan kapan Eggi berangkat ke Malaysia untuk berobat. Eli menyampaikan tanggal 10 Januari. Namun, karena harus menghormati proses hukum, wajib menyelesaikan status tersangka dan pencabutan pencekalan keluar negeri terlebih dahulu.
Maka itu, setelah RJ diajukan pada 12 Januari dan Jokowi menyepakati RJ itu pada 14 Januari, penyidik langsung menggelar perkara. Kemudian, kasus dihentikan dan pencabutan pencekalan ke luar negeri dilakukan pada Kamis, 15 Januari 2026 sore.
Selain diterpa isu mendapatkan uang, Eggi disebut pengkhianat dan pecundang oleh teman-temannya. Padahal, kata Eli, Eggi Sudjana bertahun-tahun menjadi pejuang dan aktivis.
“Mereka baru nongol kok action-nya luar biasa, melebihi kemampuan mereka,” ujar Eli.
Lebih lanjut Eli mengatakan jika memang kliennya Eggi menerima uang tersebut pasti kelihatan. Karena uang Rp100 miliar sangat banyak. Bahkan membawanya harus dinaikkan tronton.
“Jujur, kalau kita bawa uang Rp100 miliar pakai helikopter, jatuh itu helikopter. Kalau kita bawa pakai tronton, berapa tronton yang kita siapkan? Rp100 miliar bukan uang kecil. Dan kalau kita pakai transfer kena KPK dong,” ungkap Eli.
Eli: Jokowi Orang Baik Tak Disuruh Minta Maaf dan Akui Ijazah
Elida Netty, mengungkapkan isi pertemuan antara kliennya dengan Jokowi Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (8/1/2026). Dalam pertemuan itu, kliennya tak pernah diminta untuk mengakui keaslian ijazah hingga minta maaf ke Jokowi.
“Tidak ada kata-kata maaf karena Bang Eggi merasa dia tidak salah dan tidak perlu media, dan tidak ada diumbar, dan tidak ada deal-dealan, tidak bawa surat apapun, tidak ada dokumen,” ujar Elida.
Elida mengaku, dirinya sempat bertemu lebih dulu dengan Jokowi sebelum Eggi. Dalam pertemuan 15 menit, ia memberi pemahaman tentang watak dan kondisi kliennya yang tengah sakit.
“Ternyata Pak Jokowi alhamdulillah menerima dia dengan sabar dan bertanya saya baiknya seperti apa. Nah, mungkin mis-standing selama ini di-close karena Bang Eggi sudah menyelesaikan perkara hukumnya yaitu tentang ijazah SMA,” tuturnya.
Tak lama berselang, Elida berkata, Eggi bertemu Jokowi. Kala itu, kata dia, Jokowi mengaku warga biasa, tapi hal itu ditepis Eggi.
“Loh, lah saya orang kampung.’ Terus, ‘enggak, Pak. Bapak ini presiden. Mantan presiden.’ ‘Kalaupun itu, saya di sini enggak siapa-siapa,” kata Pak Jokowi. RT aja enggak lirik saya,” kata Bapak itu merendahkan diri.
‘Oh, enggak, Bapak orang hebat. Bapak mantan presiden. Tapi bagi saya, ingat Pak ya, saya tidak minta maaf,’ Langsung itu tanpa ada jeda,” kata Elida sambil menirukan percapakan kliennya dengan Jokowi.
Bahkan, kata dia, kliennya meminta untuk tak ada sesi foto dalam pertemuan tersebut. Tak hanya itu, Eggi disebut tak pernah diminta untuk mengakui ijazah Jokowi.
“Bang Eggi tidak akan pernah disuruh, Oh, dia bawa ijazah, mengakui. Enggak begitu juga. Ya kan? Enggak begitu juga. Jadi, ada kata maaf? Maaf-maafan tidak. Tapi maaf itu bukan dengan bahasa atau gestur salam-salaman. Maaf itu, perdamaian itu sudah lebih dari maaf menurut saya,” tuturnya. ****












