Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), EDITOR.ID,- Aparat birokrasi Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) tercoreng oleh ulah ASNnya. Dua lurah di Kota Kendari ketahuan digrebek warga sedang berpesta minuman keras dengan ditemani dua wanita open BO di Kantor Lurah Poasia, Jalan Garuda, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, pada Jumat (12/6) malam.
Kedua lurah tersebut yakni Lurah Poasia bernama Zakir Muhammadong (53) dan Lurah Talia bernama Rachmat Aboe (41). Di lokasi, warga juga menemukan dua wanita berinisial CE (21) dan AN (18), serta seorang ASN berinisial JI.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kendari, Alfian menyatakan pimpinan langsung mencopot keduanya dari jabatan lurah.
“Dalam menyikapi kejadian dua lurah ini, yang pertama adalah kita nonaktifkan mereka dengan tujuan untuk menyelesaikan persoalan hukum yang mereka hadapi,” ujar Alfian dalam keterangannya sebagaimana dilansir detikSulsel, Senin (15/6/2026).
Alfian menuturkan pelayanan pemerintahan di dua wilayah tersebut tidak akan terganggu meski kedua lurah dinonaktifkan. Pemkot telah menyiapkan langkah agar roda pemerintahan tetap berjalan seperti biasa.
“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Untuk sementara, tugas-tugas pemerintahan akan dijalankan oleh pejabat pelaksana tugas agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal,” ujarnya.
Pemkot Kendari sendiri tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Karena itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
“Keputusan penonaktifan tersebut juga merupakan hasil koordinasi dengan Camat Abeli selaku atasan langsung keduanya. Ini juga bukan bentuk penjatuhan sanksi ataupun vonis,” ucapnya.
Untuk memastikan roda pemerintahan di Kelurahan Poasia dan Kelurahan Talia tetap berjalan, pihaknya akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) hingga pejabat definitif ditetapkan.
“Sementara untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan di wilayah itu, kami akan menunjuk pelaksana tugas sementara,” ucapnya.
Alfian mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian tersebut. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi kepada pimpinan wilayah setempat.
“Dengan adanya kejadian ini, pemkot membenarkan bahwa memang semalam ada informasi dari masyarakat. Kami juga telah melakukan konfirmasi kepada pimpinan mereka, dalam hal ini Camat Abeli,” ungkapnya. ***












