Donald Trump Perintahkan Pasukan Elit AS Culik Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan Istrinya Cilia Flores

Trump Umumkan Maduro dan istrinya telah "diterbangkan keluar dari Venezuela". Pihak Venezuela sendiri telah mengonfirmasi bahwa Maduro dan istrinya hilang dan menuntut "bukti kehidupan" (proof of life)

Presiden Venezuela Nicolas Maduro diculik pasukan elite Amerika Serikat dalam operasi tengah malam di Caracas. Maduro dan istrinya, Cilia Flores,

Jakarta, EDITOR.ID,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan sekaligus mengumumkan bahwa pasukan Amerika Serikat telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social pukul 05:21 waktu setempat, Trump mengonfirmasi bahwa Maduro dan Flores telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela. Trump menyatakan operasi ini dilakukan bersama dengan penegak hukum AS.

Operasi ini dilakukan oleh unit operasi khusus Angkatan Darat AS, Delta Force, sebagai bagian dari serangan militer skala besar yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump.

Penangkapan dilakukan oleh Pasukan Khusus unit elit Angkatan Darat AS, Delta Force, dengan dukungan penegak hukum AS (kemungkinan besar DEA mengingat status Maduro sebagai buron kasus narkoterorisme).

Operasi ini diawali dengan “serangan skala besar” yang mengguncang ibu kota Caracas dan beberapa negara bagian lainnya seperti Miranda dan Aragua sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Situasi di Venezuela sebelum Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap. Serangan di ibukota Venezuela melibatkan ledakan di pangkalan militer seperti Fort Tiuna dan Pangkalan Udara La Carlota di Caracas.

Trump menyatakan bahwa Maduro dan istrinya telah “diterbangkan keluar dari Venezuela”. Pihak Venezuela sendiri telah mengonfirmasi bahwa Maduro dan istrinya hilang dan menuntut “bukti kehidupan” (proof of life).

Adapun alasan penangkapan tersebut adalah dakwaan kriminal, bahwa Maduro ditangkap untuk menghadapi persidangan atas dakwaan narkoterorisme (perdagangan narkoba) dan konspirasi impor kokain yang telah diajukan oleh pengadilan federal AS di Manhattan sejak tahun 2020, yang telah lama diajukan oleh Departemen Kehakiman AS.

Sebelumnya, pada November 2025, AS secara resmi menetapkan Maduro sebagai anggota organisasi teroris asing (FTO).

Situasi Terkini di Venezuela telah dinyatakan oleh Pemerintah Venezuela sebagai darurat nasional dan memobilisasi pasukannya sebagai reaksi atas agresi militer tersebut.

Langkah diplomatik Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa AS tidak mengantisipasi tindakan militer lebih lanjut sekarang setelah Maduro berada dalam tahanan.

Trump dijadwalkan akan mengadakan konferensi pers lebih lanjut mengenai operasi ini pada pukul 11.00 pagi waktu setempat di Mar-a-Lago, Florida.

Sementara itu Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengonfirmasi bahwa Maduro dan istrinya tidak berada di negara tersebut dan menuntut “bukti kehidupan” (proof of life) segera dari pihak AS.

Penangkapan ini terjadi setelah berbulan-bulan ketegangan meningkat, termasuk peningkatan hadiah penangkapan Maduro menjadi $50 juta pada tahun 2025 dan serangkaian serangan kinetik AS terhadap kapal-kapal pengangkut narkotika di wilayah tersebut.

Informasi lebih lanjut mengenai proses hukum diharapkan akan diumumkan dalam konferensi pers di Mar-a-Lago. (*)

Leave a Reply