Di Tengah Kondisi Sakit, Paus Fransiskus Serukan Perdamaian untuk Palestina

Pemimpin Gereja Katolik itu kembali menyerukan perdamaian, dengan menyinggung situasi di Palestina, Ukraina, dan berbagai wilayah konflik lainnya. Ia menitipkan pesan damai kepada negara-negara yang saat ini masih dilanda konflik di tengah kondisi kesehatannya yang belum stabil.

Paus Fransiskus

“Saya terutama berdoa untuk perdamaian. Dari sini, perang tampak semakin tidak masuk akal. Mari kita berdoa untuk Ukraina, Palestina, Israel, Lebanon, Myanmar, Sudan, dan Kivu yang tersiksa,” tulisnya.

Paus Fransiskus telah lama dikenal sebagai pemimpin yang vokal dalam menyerukan perdamaian, terutama di kawasan Timur Tengah. Konflik berkepanjangan di Palestina dan Israel menjadi salah satu perhatian utamanya, dan ia terus mendorong upaya diplomasi untuk mengakhiri pertumpahan darah.

Kondisi Kesehatan yang Berangsur Stabil

Meski masih dirawat, kondisi Paus Fransiskus dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Menurut juru bicara Vatikan, Paus sudah mulai bisa beraktivitas ringan.

“Kondisi klinis Bapa Suci tetap stabil,” ujar Vatikan dalam pernyataan resminya. Meski demikian, dokter tetap berhati-hati dengan perkembangan kesehatannya, mengingat usianya yang telah menginjak 88 tahun serta riwayat masalah paru-paru yang pernah dialaminya saat muda.

Sejumlah pejabat tinggi Vatikan, termasuk Sekretaris Negara Kardinal Pietro Parolin, telah mengunjungi Paus Fransiskus di rumah sakit sebagai bentuk dukungan. Kunjungan tersebut mengindikasikan bahwa meskipun masih dalam pemulihan, Paus tetap terlibat dalam berbagai urusan gereja dan dunia.

Sementara itu, di berbagai penjuru dunia, doa terus mengalir bagi kesembuhan Paus Fransiskus. Para peziarah yang datang ke Roma untuk perayaan Tahun Suci bahkan menyempatkan diri untuk berdoa di Rumah Sakit Gemelli, berharap pemimpin Katolik itu segera pulih dan kembali menjalankan tugasnya.

Dengan kondisinya yang dilaporkan semakin membaik, banyak pihak berharap Paus segera kembali memimpin doa Angelus di Vatikan, sekaligus melanjutkan perjuangannya dalam mengadvokasi perdamaian global. (tim)

Leave a Reply