Di Tengah Kondisi Sakit, Paus Fransiskus Serukan Perdamaian untuk Palestina

Pemimpin Gereja Katolik itu kembali menyerukan perdamaian, dengan menyinggung situasi di Palestina, Ukraina, dan berbagai wilayah konflik lainnya. Ia menitipkan pesan damai kepada negara-negara yang saat ini masih dilanda konflik di tengah kondisi kesehatannya yang belum stabil.

Paus Fransiskus

Jakarta, EDITOR.ID,- Pemimpin umat Katolik Dunia, Paus Fransiskus menyerukan perdamaian untuk Palestina dan negara-negara yang saat ini masih dilanda konflik. Seruan ini disampaikan Paus Fransiskus ketika masih berjuang melawan pneumonia yang dideritanya.

Di tengah kondisi sakit, pemimpin Gereja Katolik dunia itu mengirimkan pesan khusus kepada setiap orang yang telah mendoakannya. Paus menegaskan solidaritasnya dengan umat manusia, terutama mereka yang sedang menderita akibat konflik dan penyakit.

Vatikan merilis surat yang ditulis Paus Fransiskus pada Minggu (2/3/2025). Dalam surat tersebut, ia mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan dari hati umat beriman dari berbagai belahan dunia. Saya merasakan semua kasih sayang dan kedekatan Anda dan, pada saat ini, saya merasa seolah-olah saya ‘dibawa’ dan didukung oleh seluruh umat Tuhan. Terima kasih semuanya,” tulis Paus Fransiskus dalam surat tersebut seperti dikutip AP News, Minggu (2/3/2025).

Pemimpin Gereja Katolik itu kembali menyerukan perdamaian, dengan menyinggung situasi di Palestina, Ukraina, dan berbagai wilayah konflik lainnya. Ia menitipkan pesan damai kepada negara-negara yang saat ini masih dilanda konflik di tengah kondisi kesehatannya yang belum stabil.

“Saya terutama berdoa untuk perdamaian. Dari sini, perang tampak semakin tidak masuk akal. Mari kita berdoa untuk Ukraina, Palestina, Israel, Lebanon, Myanmar, Sudan, dan Kivu yang tersiksa,” sebut Paus asal Argentina itu.

Sudah lebih dari dua pekan Paus Fransiskus menjalani perawatan di Rumah Sakit Gemelli, Roma, setelah mengalami komplikasi pernapasan serius sejak 14 Februari lalu. Selama masa perawatan, ia melewatkan doa mingguan tradisional yang biasanya diadakan Vatikan setiap pekan.

Akibat kondisi kesehatannya, ia kembali absen dari doa Angelus Minggu yang biasanya dipimpin langsung dari Vatikan. Meski begitu, Paus tetap berkomunikasi dengan umatnya melalui surat yang ditulis dari kamar tempat ia dirawat.

Paus Fransiskus juga menyatakan bahwa masa sakitnya ini menjadi pengalaman yang mendalam untuk lebih memahami penderitaan sesama manusia. “Saya merasakan di hati saya ‘berkat’ yang tersembunyi dalam kelemahan, karena justru dalam momen-momen seperti ini kita belajar lebih dalam untuk memercayai Tuhan,” tambahnya.

Seruan Perdamaian untuk Palestina dan Wilayah Konflik

Di tengah pemulihannya, Paus Fransiskus tetap memberikan perhatian pada isu-isu kemanusiaan global, khususnya perang dan konflik yang terus berlangsung. Dalam pesannya, ia menegaskan kembali seruannya untuk perdamaian di berbagai wilayah yang tengah dilanda perang.

Leave a Reply