“Jangan menganggap infrastruktur pendidikan hanya soal kampus yang megah dan kokoh, tetapi juga ruang yang menumbuhkan pikiran dan kesempatan agar mimpi berkembang sehingga menumbuhkan inspirasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa infrastruktur pendidikan di kota sudah relatif baik, namun kondisi serupa belum merata di daerah pedesaan, pegunungan, dan kepulauan kecil.
Dalam hal ini, ia menekankan agar negara harus hadir dan memastikan pendidikan tetap menjadi prioritas dan pendidikan tidak boleh dipandang sebagai biaya yang dapat dipangkas, tetapi sebuah investasi yang akan memberikan hasil jangka panjang.
Oleh sebab itu, pembangunan kualitas manusia melalui pendidikan bukanlah hal yang instan dan perlu proses panjang.
“Sumber daya untuk pendidikan tidak boleh dikurangi karena pendidikan adalah eskalator sosial dan ekonomi yang membawa kita ke atas,” tegasnya.
Anies menutup kajiannya dengan mengingatkan mahasiswa agar menjadi perpanjangan tangan orang lain untuk membuka kesempatan, bukan menjadi satu-satunya orang yang berkesempatan.
Ia menghimbau mahasiswa untuk melihat pendidikan sebagai gerakan dan memberi dorongan agar setiap mahasiswa menjadi inspirasi bagi saudara-saudara yang berada jauh dari pusat pendidikan.
“Ceritakan pengalaman kalian kepada kampung halaman agar mereka juga bisa menyadari manfaat pendidikan. Jangan merasa sungkan untuk berbagi karena kita semua membutuhkan orang-orang dengan semangat yang sama,” pungkasnya. (tim)












