Settia

Berawal Online Shope Seorang Siswi SMP di Solo Dicabuli

Surakarta – Pihak kepolisian Surakarta mengamankan pakaian dalam sampai seragam korban sebagai barang bukti kasus penjual online shop yang tiduri pelanggannya bocah SMP.

Wakasatreskrim Polresta Surakarta AKP Widodo mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai menjelaskan , mereka mengamankan barang bukti seperti pakaian seragam dan ada juga pakaian dalam milik korban.

“Barang bukti sudah kita amankan,” papar AKP Widodo saat gelar perkara di Polresta Surakarta, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Banjarsari, Kamis (23/1/2020).

Beberapa yang diamankan seperti celana dalam, BH, seragam sekolah, dan lain sebagainya.

Motor juga diamankan sebagai barang bukti dalam kasus yang membuat seorang anak di bawah umur yang masih SMP ditiduri layaknya pasangan suami istri.

Widodo mengatakan, pelaku sebelum melakukan aksinya meniduri korban menjemput terlebih dahulu di sekolahnya.

Sebelum melakukan aksi bejatnya meniduri korban, KAP menjemput Bunga terlebih dahulu di sekolahnya di salah satu SMP di Solo.

Setelah sampai di indekos, pelaku sempat mengatakan kata manis dalam bahasa Jawa yakni ‘Aku Serius Tenanan Mbek Kowe, Awakku Nggo Kowe , Awakmu Nggo Aku, Yen Kowe Meteng Aku Tanggung Jawab‘.

Artinya dalam bahasa Indonesia yakni Pelaku mengaku serius pada korban.

Tubuhnya sudah menjadi milik korban begitu juga sebaliknya, bila korban hamil KAP siap bertanggung jawab.

Setelah itu, korban yang masih duduk di bangku SMP terlarut rayuan maut itu dan mau ditiduri.

Modus cinta seorang pedagang online shop berinisial KAP (18) memang maut.

Dia bukan hanya mencari pelanggan namun juga memacari dan meniduri pelanggannya, Bunga (15) yang masih di bawah umur.

Keduanya antara pelaku dan korban awal mula bertemu saat berjualan online shop.

Korban merupakan pelanggan dari Pelaku KAP yang berjualan baju wanita dan dipasarkan melalui online.

KAP dalam pengakuannya mengatakan, awalnya mereka berkenalan setelah melakukan transaksi jual – beli.

“Awalnya chat WhatsApp (WA) kemudian jadian,” papar. (saibumi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *