Belasan Relawan Jokowi “Kuasai” BUMN, Ini Daftarnya!

Di Nasdem, wanita kelahiran Metro, 6 Oktober 1965, ini menjabat Ketua Bidang Kesehatan, Perempuan, dan Anak DPP Partai NasDem.

Lalu pada Pilpres 2019, Irma didapuk menjadi Anggota Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.

16. Mustar Bona Ventura

Mustar Bona Ventura adalah Komisaris PT Dahana, sebuah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang bahan peledak.

Dia merupakan pendiri dari Pendiri Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), salah satu organisasi pengusung Jokowi di Pilpres.

17. Paiman Raharjo

Paiman Raharjo tercatat menjadi Komisaris PGN yang saat ini merupakan bagian dari holding BUMN di bawah Pertamina.

Paiman Raharjo adalah Ketua Umum Sedulur Jokowi.

Sementara itu ditunjuknya sejumlah relawan Jokowi menguasai BUMN sebagai Komisaris, menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno, menambah panjang deretan akomodasi politik yang diberikan Jokowi pada relawannya.

Adi menyebut, praktik ini sebenarnya kurang elok. Tetapi, tak dapat dipungkiri bahwa hal ini perkara yang biasa di politik.

“Ini akan memperpanjang deretan akomodasi politik terhadap relawan masuk lingkaran kekuasaan yang selama ini sering jadi perdebatan publik. Meski kurang elok, di politik ini perkara biasa,” kata Adi sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Selasa (3/11/2020).

Menurut Adi, kini, Kristia Budhyarto dan relawan-relawan lainnya yang ditunjuk sebagai direksi atau komisaris perusahaan pelat merah, harus mampu menunjukkan kinerja mereka.

Kemampuan kinerja tidak cukup dibuktikan hanya dengan berkicau di media sosial saja. “Mestinya yang berkompeten bukan hanya sebatas akomodasi politik. Makanya relawan yang jadi komisaris mesti unjuk kebolehan dengan kinerja, bukan hanya heboh di medsos,” kata dia.

Senada dengan Adi, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menyebut, hal ini menunjukkan bahwa presiden tengah melakukan kompensasi politik berupa imbal jasa pada relawan yang telah membantunya di Pilpes. Fenomena ini sekaligus memperlihatkan direduksinya meritokrasi dalam sistem politik Tanah Air.

“Miretokrasi direduksi, hanya karena balas jasa di Pilpres. Relawan harus ditampung, walaupun minim kemampuan,” ucap Ujang saat dihubungi, Selasa (3/11/2020).

Meski begitu, kata Ujang, hal ini tak sekali dua kali terjadi. Ujang pun memprediksi, ke depan masih akan ada sejumlah relawan Jokowi di Pilpres 2019 yang akan ditunjuk sebagai direksi atau komisaris BUMN.

“Lingkaran setan Pilpres yang masih akan terus terjadi dari Pilpres ke Pilpres,” kata dia. (tim)

Leave a Reply