Jakarta, EDITOR.ID,- Konflik Timur Tengah kian Memanas! Negara Islam Iran tak tinggal diam negaranya diserang Israel. Iran pun membalas dengan menembakkan ratusan rudal balistik kelas menengah ke kota Tel Aviv, Israel. Rudal-rudal tersebut sebagian bisa ditangkis anti rudal sebagian menghancurkan sejumlah bangunan.
Akibat serangan rudal Iran, kota Tel Aviv mencekam. Bunyi sirene meraung-raung memberikan peringatan ke warga di beberapa wilayah Israel. Militer Israel mengonfirmasi peluncuran rudal dari Iran dan meminta warganya segera berlindung.
“Sirene berbunyi di beberapa wilayah di Israel menyusul identifikasi rudal dari Iran yang menuju negara Israel,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.
Militer Israel melaporkan Iran telah menembakkan kurang dari 100 rudal ke wilayah Israel. Sebagian besar rudal tersebut berhasil dicegat sistem pertahanan udara Israel.
Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel Avichay Adraee menyatakan dalam sebuah posting di platform X bahwa sebagian besar rudal berhasil dicegat atau gagal mencapai sasarannya.
“Ada sejumlah kecil bangunan yang terkena serangan, beberapa karena pecahan peluru dari operasi intersepsi,” ujar Adraee.
Wartawan AFP di lapangan melaporkan adanya sejumlah ledakan yang terdengar di Tel Aviv dan Yerusalem.
Iran Kembali Tembakkan Ratusan Rudal ke Israel
Usai serangan gelombang pertama, Iran kembali meluncurkan gelombang baru serangan rudal ke Israel pada Sabtu (14/6/2025) dini hari waktu setempat. Serangan tersebut menyasar permukiman warga di Rishon Lezion, Tel Aviv, menyebabkan kerusakan parah dan jatuhnya korban jiwa.
Sejumlah paramedis Israel dikerahkan ke lokasi kejadian. Mereka menemukan beberapa orang terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat hantaman rudal.
“Ini adalah situasi yang sulit dan rumit dan kami masih terus memindai dan memastikan tidak ada korban tambahan di dalam gedung,” ujar Wakil Direktur Layanan Darurat wilayah Ayalon, Rami Musher, dikutip dari detikNews.
Jumlah korban tewas akibat serangan rudal Iran bertambah menjadi dua orang. Kedua korban sempat mengalami luka serius dan dirawat di Rumah Sakit Beilinson, Petah Tikva, sebelum akhirnya meninggal dunia.
Puluhan warga lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka. Sebanyak 43 orang dirawat di Sheba Medical Center di Ramat Gan. Sementara itu, Shamir Medical Center di Be’er Ya’akov menerima empat pasien dengan dua di antaranya dalam kondisi sedang dan dua lainnya luka ringan.
Otoritas Israel juga melaporkan tujuh orang terluka yang dievakuasi pada Jumat (13/6) malam ke Ichilov Medical Center di Tel Aviv. Enam orang di antaranya mengalami luka ringan, sedangkan satu korban dilaporkan dalam kondisi sedang.
Selain itu, tiga korban lainnya-dua pria berusia 88 dan 57 tahun serta seorang wanita berusia 64 tahun-masih menjalani perawatan di Galilee Medical Center, Nahariyya. Mereka terluka saat mencoba mencari perlindungan selama serangan berlangsung.
“Serangan rudal Iran baru terhadap rezim Zionis dimulai dari Teheran dan Kermanshah,” demikian laporan televisi pemerintah Iran seperti dikutip detikNews.
“Saat ini, IAF sedang beroperasi untuk mencegat dan menyerang jika diperlukan untuk menghilangkan ancaman,” tambah pernyataan tersebut, yang juga menginstruksikan warga untuk mencari perlindungan.
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei sebelumnya mengeluarkan peringatan keras terhadap Israel. Dalam pernyataannya, Khamenei menegaskan bahwa Tel Aviv akan menghadapi “nasib pahit dan menyakitkan” atas serangan mereka ke Iran.
Sebagai balasan, militer Israel melaporkan bahwa Iran telah meluncurkan sekitar 100 drone menuju wilayah Israel. Militer menambahkan bahwa sistem pertahanan udara mereka sedang mencegat drone-drone tersebut bahkan sebelum mencapai wilayah Israel. (tim)












