Balada Hasnaeni “Wanita Emas” Klaim Kaya Raya Kolega Tokoh Nasional Kini Jadi Tersangka Korupsi

Bahkan, nama Hasnaeni pernah mencuat ke publik lantaran dirinya sempat mengajukan diri sebagai calon ketua umum Partai Demokrat di KLB Partai Demokrat.

Jakarta, EDITOR.ID,- Tersangka kasus korupsi PT Waskita Beton Precast, Hasnaeni termasuk sosok misterius. Ia mengaku wanita kaya raya dan menjuluki dirinya “Wanita Emas”. Pergaulannya pun dengan banyak tokoh penting nasional.

Hal tersebut terlihat di akun resmi Instagram Hasnaeni @hasnaeni.wanitaemas. Di instagram tersebut, Hasnaeni banyak memamerkan foto dirinya bersama tokoh penting nasional.

Selain itu, tersangka korupsi Hasnaeni ini ternyata salah satu tokoh politik yang namanya cukup kondang di telinga masyarakat. Ia merupakan seorang pendiri partai baru bernama Partai Emas yang kini statusnya menunggu untuk disahkan. Meski ia mendirikan partai Emas namun kiprahnya di sejumlah parpol cukup mengundang perhatian publik.

Ia menjuluki dirinya dengan ‘Wanita Emas’. Nama ini sebenarnya akronim dari jargon; Era Masyarakat Sejahtera yang dia bawa saat berniat menjadi bakal calon diri sebagai kandiat wali kota Tangsel.

Hasnaeni juga sempat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta, sayangnya saat itu Partai Demokrat menetapkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono yang berpasangan dengan Sylviana Murni.

Bahkan, nama Hasnaeni pernah mencuat ke publik lantaran dirinya sempat mengajukan diri sebagai calon ketua umum Partai Demokrat di KLB Partai Demokrat.

Adapun keberadaan nama Hasnaeni Moein dalam daftar pencalonan tersebut diungkap Mantan Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat dan salah seorang penggagas Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Max Sopacua.

Kala mencalonkan diri, Hasnaeni banyak memaparkan beberapa program yang ia gagas ketika dirinya terpilih menjadi ketua umum partai.

Ditangkap oleh Kejagung, diduga karena terlibat korupsi

Karier Hasnaeni di kancah perpolitikan harus sementara terhenti lantaran terlibat korupsi PT Waskita Beton Precast yang disebutkan sebelumnya.

Keterlibatan Hasnaeni dalam kasus tersebut terkait dengan jabatan yang ia emban sebagai Direktur Utama PT Misi Mulia Metrical.

Saat diamankan oleh petugas Kejagung, Hasnaeni tampak menunjukkan perilaku histeris. Ia menangis keras sembari sesekali menutupi wajahnya dengan sehelai kain yang masih ia bawa. Petugas juga terpaksa harus membopong Hasnaeni ke dalam mobil tahanan.

Hasnaeni selaku Direktur Utama PT Misi Mulia Metrical ditetapkan Kejagung sebagai tersangka korupsi penyimpangan atau penyelewengan penggunaan dana PT Waskita Beton Precast pada 2016-2020. Dalam kasus ini negara dirugikan hingga Rp 2,5 triliun!

Hasnaeni kabarnya menipu BUMN dengan menawarkan proyek ke PT Waskita Beton Precast (WBP). Tapi dengan syarat Waskita membayar ke Hasnaeni yang merupakan Direktur Utama PT Misi Mulia Metrical (PT MMM).

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menjelaskan tersangka Hasnaeni selaku Direktur Utama PT MMM pada sekitar September 2019 bertemu dengan JS selaku Direktur PT WBP dan AW selaku Direktur Pemasaran PT WBP.

“Tersangka H menawarkan pekerjaan terkait pembangunan jalan Tol Semarang-Demak senilai Rp 341.692.728.000 dengan syarat PT WBP menyetorkan sejumlah uang kepada PT MMM,” ujar Ketut Sumedana dalam keterangan persnya, Kamis (22/9/2022).

Selain Hasnaeni, terdapat empat nama lain tersangka yang mayoritas merupakan petinggi PT Waskita Beton Precast, yakni terdiri atas seorang Direktur Pemasaran, General Manager Pemasaran, Staf Ahli Pemasaran (expert), dan seorang karyawan yang kini sudah pensiun.

Tak tanggung-tanggung, kasus yang menjerat Hasnaeni bersama empat sosok tersebut disebut-sebut merugikan negara sebesar Rp 2,5 triliun.

Dalam pusaran dugaan korupsi tersebut, terdapat beberapa penyimpangan terkait penggunaan dana dalam berbagai program perusahaan. Berikut ini data-data proyek yang telah terjadi penyimpangan dan penyalahgunaan :

  1. Proyek pembangunan Tol Krian Legundi Bunder dan Manyar (KLBM)
  2. Pekerjaan untuk memproduksi Tetrapod dari PT Semutama
  3. Terdapat pengadaan batu split dengan penyedia PT Misi Mulia Metrical (PT MMM)
  4. Pengadaan pasir oleh rekanan atas nama PT Mitra Usaha Rakyat (PT MUR)
  5. Bahwa terdapat permasalahan atas transaksi jual beli tanah plant Bojanegara, Serang. (tim)