Asri Hadi Hadiri Ultah dan Peluncuran Buku Karya Yusron Ihza Mahendra

Peluncuran Buku "IRIAN BARAT, Bayang-bayang Intrik Global di Balik Misteri Pembunuhan Kennedy" Warnai Ulang Tahun Yusron Ihza Mahendra

Asri Hadi Bersama Yusron Ihza Mahendra

Jakarta, EDITOR.ID,- Ketua Dewan Redaksi EDITOR.ID Asri Hadi berkenan menghadiri acara Perayaan ulang tahun Yusron Ihza Mahendra, Duta Besar Indonesia untuk Jepang (2013-2016), yang ke-67. Acara ini diramaikan dengan launching buku ditulisnya sendiri bergenre novel sejarah yang bertajuk “IRIAN BARAT, Bayang-bayang Intrik Global di Balik Misteri Pembunuhan Kennedy”.

Acara yang berlangsung di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan (Kamis, 6/2/2025) dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Dewan Redaksi EDITOR.ID Asri Hadi, wartawan senior Ahmed Kurnia.

Kemudian juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dan wakilnya Otto Hasibuan, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, mantan anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto, serta Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Ace Hasan Syadzily.

Wartawan Senior yang sudah belasan tahun memimpin media EDITOR.ID, Asri Hadi memberikan apresiasi atas produktivitas Yusron Ihza Mahendra dalam menulis buku. Apalagi buku ini membedah misteri global yang selama ini belum terungkap dan dibeberkan dalam buku ini.

“Novelnya sangat menarik. Walau kisah fiksi, tetapi plot ceritanya sangat mirip dengan sejarah kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI. Juga ceritanya dibumbui dengan misteri pembunuhan Presiden John F. Kennedy,’’ ujar Asri Hadi, yang juga pengamat sosial-politik alumni Monash University, Australia.

Buku setebal 464 halaman karya Yusron Ihza ini adalah sebuah novel sejarah yang menyingkap tabir gelap di balik salah satu konspirasi politik terbesar abad ke-20: Pembunuhan John F. Kennedy di Dallas tahun 1963!

Mengusung latar Perang Dingin, persaingan ideologi, dan kepentingan ekonomi korporat besar Amerika, novel ini membawa pembaca ke dalam sebuah perjalanan penuh ketegangan, menguak rahasia di balik tragedi yang mengubah wajah dunia.

Adalah Graham Edward Miller, mantan agen CIA yang meninggalkan dunia intelijen karena muak atas trik-trik kotor, bertemu dengan Jane Hellen Lewis, seorang wartawan investigatif yang gigih dari Dallas Tribune. Bersama, mereka menyelidiki kematian Kennedy yang sarat kejanggalan.

Kesimpulan Komisi Warren yang menuding Lee Harvey Oswald sebagai pelaku tunggal kejahatan, dinilai tidak memuaskan. Kecurigaan mereka mengarah pada keterlibatan Allen Dulles—mantan Direktur CIA yang dipecat Kennedy—dan korporasi besar Rockefeller yang mengincar kekayaan alam Irian Barat.

Dalam investigasi mereka, Graham dan Jane menemukan bahwa tragedi Dallas memang tidak terlepas dari latar belakang Perang Dingin.

Leave a Reply