Bentrokan antara Satpol PP dengan massa penambang liar di hutan lindung ramai diperbincangkan di dunia maya dan masyarakat pada umumnya. Dalam aksi ini massa bertindak anarkhis, merusak kendaraan milik Negara dan penganiayaan petugas penegak hukum,
Akibatnya, Wakil Gubernur Babel Abdul Fattah yang ikut dalam razia itu sempat dikabarkan terkepung. Bahkan ada yang mengabarkan Wakil Gubernur Kepulauan Babel Abdul Fatah terluka dan disandera oleh beberapa pekerja dalam tambang liar dalam peristiwa itu.
Sedangkan mobil Honda CRV berpelat dinas yang ditumpangi Abdul Fattah rusak pada bagian kaca belakang, samping dan depan. Massa juga merusak mobil truk dan minibus yang ditumpangi anggota Satpol PP. Tujuh kendaraan yang dikendarai rombongan rusak.
Dalam insiden ini, Wakil Gubernur Babel Abdul Fattah yang sempat disandera dan jadi korban pengepungan mengalami luka-luka dan terpaksa dirawat di RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan.
Peristiwa berawal saat petugas Satpol PP Provinsi Babel, melakukan razia tambang inkonvensional (TI) jenis rajuk yang ada di kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP) di Kecamatan Sijuk, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (2/11/2019) silam. Saat saat mendatangi tambang ilegal, Satpol PP justru dikepung massa.
Sekitar 100 personel Satpol PP yang datang untuk menertibkan tambang timah ilegal di lokasi itu, mendapat perlawanan tindakan anarkistis dari penambang liar. Kejadian ini menyebabkan tujuh anggota Satpol PP terluka dan dilarikan ke Rumah Sakit. Sementara sebagian rombongan lari ke hutan menyelamatkan diri.
Adapun pemusnahan alat tambang merupakan teguran keras. “Karena berkali-kali diingatkan,†ujar Arief M Edhi. (tim)












