Settia

Apakah Pantas FPI Dilarang

Oleh : Edi Winarto

Penulis Pemerhati Sosial dan Jurnalis

Jika melihat sepak terjang kelompok Front Pembela Islam (FPI), mereka memang pintar mengatur ritme strategi dan penggalangan opini melalui media sosial, terutama youtube dan Facebook.

Yang patut diwaspadai, pengaruh kelompok ini terus kian membesarkan. Mereka mampu menyuntikkan kemasan ideologi ajaran jihad dan membela Islam melalui amar maruf nahi munkar kepada anak-anak muda.

Pola agitasi dan propaganda mereka dengan kemasan perjuangan menegakkan agama dan Islam Khilafiah berhasil menjadikan ribuan anak-anak muda yang masih polos menjadi militansi dengan kelompok ini dan terus membesar jumlah pengikutnya.

Sayangnya perjuangan yang baik dan menuju ke jalan yang lurus itu justru dinodai dengan adanya agenda terselubung untuk terus mendegradasi dan menyerang kehormatan negara dan pemerintahan Joko Widodo dengan narasi-narasi negatif yang terus menerus diproduksi untuk mendiskreditkan pemerintahan saat ini sebagai rejim otoriter, anti Islam dan isu PKI.

Penulis awalnya tidak paham apa motifnya dan kenapa kelompok ini begitu massif terus menebar hasutan negatif dan memusuhi pemerintahan Joko Widodo dan sejumlah partai politik.

Namun belakangan ini penulis sempat mendengar sayup-sayup suara miring jika ada kekuatan besar yang “disakiti” akibat kebijakan tegas Presiden Joko Widodo konon menunggangi isu dalam perjuangan kelompok ini.

Sangat seksi memang menjual isu agama dan perjuangan jihad di kala masyarakat Indonesia butuh pegangan dalam menghadapi perubahan dunia yang demikian cepat oleh perubahan digitalisasi dan pandemi Covid. Sehingga banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan menganggur.

Akibatnya dalam kondisi tak ada pekerjaan tersebut apapun ideologi perjuangan akan mereka ikuti. Dengan ideologi agama dan ketidakadilan, kelompok ini mampu mempengaruhi ribuan pengikutnya.

Hari ini pemerintah resmi telah melarang aktivitas Front Pembela Islam (FPI). Alasannya pun sangat kuat bahwa FPI bukan organisasi karena tak terdaftar di pemerintah dan sudah dilarang dalam keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Bahkan pemerintah juga memperlihatkan alat bukti keberpihakan kelompok ini pada jaringan terorisme dunia.

Tentu pelarangan ini akan menimbulkan pro dan kontra. Masyarakat Indonesia yang mendukung pembubaran kelompok FPI mungkin sudah capek dengan kegaduhan yang terus dipertontonkan kelompok ini dengan sikap arogansi mereka dan sikap intoleransinya.

Masyarakat yang mendukung keputusan pemerintah karena sudah melihat dengan jelas ideologi dan sikap FPI yang tergolong ekstrem dan kurang bersahabat dengan budaya Indonesia.

Leave a Reply